Sekolah di Makassar PJJ karena BBM Langka, Ini Respons Mendagri

Tito meminta pemerintah daerah terlebih dahulu menyelesaikan persoalan pasokan BBM tersebut.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Sekolah di Makassar PJJ karena BBM Langka, Ini Respons Mendagri
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pemerintah daerah (Pemda) terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/9/2026) (Istimewa)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan sejumlah sekolah di Makassar akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Tito meminta pemerintah daerah terlebih dahulu menyelesaikan persoalan pasokan BBM tersebut.

"Kalau memang ada, harusnya sih selesaikan BBM-nya ditambah dulu," kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Tito, PJJ seharusnya menjadi pilihan ketika kondisi tidak memungkinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka, terutama dalam situasi darurat.

Dia menilai interaksi langsung antara guru dan siswa tetap lebih efektif dalam proses belajar.

"Bagaimanapun juga menurut saya, apapun juga menurut saya, PJJ itu hanya dilakukan dalam keadaan emergency karena dia akan lebih bagus kalau dilakukan person-to-person contact, ya. Belajar langsung fisik, visual, bertemu fisik itu lebih, interaksinya lebih baik, ya," jelasnya.

Tito menyebut kondisi bencana sebagai salah satu situasi yang dapat menjadi alasan penerapan PJJ. Dia mencontohkan sejumlah sekolah di Jabodetabek, Lampung, dan Banten yang menerapkan pembelajaran daring setelah erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa hari lalu.

Menurut dia, kebijakan tersebut diperlukan di wilayah yang terdampak abu vulkanik karena kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan masyarakat, termasuk meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan membahayakan mata.

"Jadi kalau PJJ itu diperbolehkan dalam keadaan emergency. Seperti misalnya erupsi ee Gunung Krakatau kemarin. Kita memang perbolehkan beberapa tempat yang itu abunya banyak, kalau masyarakat, anak-anak keluar akan kena ISPA dan lain-lain, berbahaya bagi mata, maka boleh melakukan pelajaran jarak jauh, online," tutur Tito.

Selain erupsi gunung api, Tito mengatakan PJJ juga dapat diberlakukan ketika kondisi karhutla menimbulkan ancaman terhadap kesehatan maupun keselamatan masyarakat.

"Parameternya adalah kesehatan dan keamanan beraktivitas. Kalau aman, ya fisik. Kalau nggak aman, penyakit, kesehatan, dan karena itu aktivitasnya nanti akan apa, eh di jalan gelap, jarak pandang sulit misalnya ya, boleh lakukan belajar jarak jauh," jelasnya.

Namun, Tito menilai kelangkaan BBM di Sulawesi Selatan bukan alasan yang semestinya menjadi dasar utama penerapan PJJ. Dia meminta persoalan pasokan BBM diselesaikan terlebih dahulu.

"Tapi kalau yang tadi di Sulawesi Selatan karena urusan, masalahnya BBM, wah harusnya, ini yang selesaikan BBM-nya dulu," sambung Tito.

Rekomendasi