Cuaca Selat Sunda di Hari Ketujuh Pencarian Jurnalis Hilang Kontak

Hari ketujuh pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda melibatkan 18 kapal dan 1 helikopter. Cuaca berawan, angin 10–20 knot, gelombang 0,5–2,5 m.

Yandhi Deslatama
Oleh Yandhi Deslatama - Reporter
Cuaca Selat Sunda di Hari Ketujuh Pencarian Jurnalis Hilang Kontak
Rencana operasi SAR hari ketujuh pencarian jurnalis di Selat Sunda. (Liputan6.com/Titis Widyatmoko)

Memasuki hari ketujuh, tim SAR gabungan menyisir Selat Sunda dalam pencarian jurnalis hilang yang berjumlah delapan orang—lima jurnalis dan tiga awak speedboat—usai hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Sebanyak 18 kapal dan satu helikopter dikerahkan untuk memperluas jangkauan operasi.

Saat keberangkatan, kondisi cuaca dilaporkan berawan. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan 10–20 knot, sementara tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 2,5 meter.

"Kami memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar upaya pencarian terhadap delapan korban ini dapat segera membuahkan hasil," kata Kepala Basarnas Banten Al Amrad, Senin (14/9/2026).

Operasi pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan pembagian wilayah menjadi tujuh sektor: Sektor X seluas 831 NM, Sektor Z seluas 512 NM, Sektor V seluas 1.182 NM, Sektor W seluas 1.167 NM, Sektor U seluas 481 NM, Sektor Y seluas 413 NM, dan Sektor H seluas 2.063 NM.

Unsur laut yang terlibat antara lain KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal patroli lainnya.

"Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam beberapa sektor, serta melibatkan unsur laut, udara, dan darat," kata Al Amrad.

Selama proses pencarian, tim akan memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan aktivitas GAK untuk memastikan keselamatan unsur yang terlibat.

Rekomendasi