Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Bandara Supadio, 73 Penerbangan Ditunda

Kabut asap karhutla menyelimuti Bandara Supadio. Jarak pandang turun hingga mengganggu operasional dan puluhan jadwal berubah selama tiga hari. Ini datanya.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Asap Karhutla Turunkan Jarak Pandang di Bandara Supadio, 73 Penerbangan Ditunda
Bandara Udara Internasional Supadio mengalami gangguan jadwal pemberangkatan

Kabut asap karhutla menyelimuti Bandara Internasional Supadio dan menurunkan kualitas jarak pandang sehingga mengganggu operasional penerbangan sejak akhir pekan.

Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Supadio M. Joko Wahyudi menyebut jarak pandang pada Senin pagi sangat terbatas.

"Berdasarkan jadwal, ada beberapa maskapai penerbangan yang akan berangkat pagi tadi, namun karena kondisi jarak pandang yang hanya 300 meter sampai pukul 10.00 WIB, belum ada maskapai yang terbang," kata Joko Wahyudi di Sungai Raya, dikutip dari Antara, Senin (14/9/2026).

Ia menyampaikan gangguan jarak pandang yang ekstrem sudah terjadi sejak Sabtu.

"Kondisi jarak pandang terbatas telah terjadi sejak Sabtu (12/9). Dalam periode tersebut, sebanyak 73 penerbangan dari dan menuju Bandara Supadio terdampak penundaan maupun penjadwalan ulang," tuturnya.

Pada Sabtu (12/9/2026), hanya 11 penerbangan yang terlaksana, terdiri atas enam kedatangan dan lima keberangkatan.

Sehari berselang, Minggu (13/9/2026), realisasi penerbangan kembali turun menjadi sembilan, yakni lima kedatangan dan empat keberangkatan.

Untuk operasional Senin, otoritas bandara masih menunggu konfirmasi dari masing-masing maskapai terkait pembatalan maupun penjadwalan ulang. Keselamatan penerbangan ditegaskan sebagai prioritas yang tidak dapat ditawar.

Penanganan Penumpang Saat Asap Karhutla Ganggu Jadwal

Lonjakan penumpang yang tertahan akibat keterlambatan dan perubahan jadwal direspons pengelola dengan langkah antisipasi di area terminal.

Airport Quality & SMS Department Head Bandara Internasional Supadio Yakobus Thomry Toto menyatakan, personel ditambah pada titik-titik krusial seperti area check-in hingga ruang tunggu.

"Selain itu, kami juga melakukan pembagian masker, makanan ringan dan air kepada pengguna jasa yang terdampak penundaan jadwal penerbangan," ujarnya.

Transparansi informasi diperkuat melalui papan pengumuman, sementara koordinasi lintas instansi dijalankan lewat skema Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) yang melibatkan maskapai, AirNav Indonesia, dan BMKG.

Dengan kolaborasi data secara real-time, maskapai diharapkan bisa lebih cepat memberikan pembaruan kepada calon penumpang ketika terjadi gangguan jadwal dampak kabut asap.

Rekomendasi