Sepanjang tiga bulan pertama 2013, pengamat bursa menilai kinerja para emiten harus lebih digenjot lagi untuk ke depannya. Pasalnya, emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia masih di bawah ekspektasi pelaku pasar.
Kepala Riset PT Universal Broker Securities Satrio Utomo saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (6/6), menyatakan bahwa tak maksimalnya kinerja emiten pada triwulan satu berdampak pada tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak akhir bulan hingga awal Juni ini.
"Kinerja yang menurun tersebut, menjadi salah satu faktor IHSG mengalami tekanan cukup dalam pada Akhir Mei hingga awal Juni," ujarnya.
Menurut Satrio, dari seluruh emiten yang tercatat melantai di BEI, hanya 23,1 persen yang mampu mencapai kinerja laba bersih di atas ekspektasi pelaku pasar. Selain itu, hanya 15,1 persen yang mampu mencetak penjualan sesuai yang diharapkan.
"Sebanyak 80 persen lebih emiten kinerjanya di bawah IHSG sehingga membuat investor asing men-downgrade level IHSG cukup dalam pada akhir Mei hingga awal Juni," kata Satrio.
Lebih lanjut, beberapa saham yang kinerjanya di atas ekspektasi pelaku pasar meliputi kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Di sisi lain, kinerja emiten pada kuartal 1/2013 yang di bawah ekspektasi pelaku pasar antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).