Radar sudah mati, pembentukan Perum Navigasi belum juga mulai

Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan Kementerian BUMN tidak turut melakukan fit and proper test.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Radar sudah mati, pembentukan Perum Navigasi belum juga mulai
pilot. Ilustrasi shutterstock.com

Meskipun radar bandara Soekarno-Hatta sempat mati lagi, namun hingga saat ini fit and proper test untuk petinggi Perum Navigasi yang akan fokus mengelola Air Traffic Control (ATC) belum juga dilakukan. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan Kementerian BUMN tidak dilibatkan dalam pemilihan direksi tersebut.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Bambang Ervan mengaku hingga saat ini pihaknya belum melakukan fit and proper test untuk jajaran direksi Perum tersebut. "Belum dilakukan. Soalnya kan ada tahapan-tahapannya," ujar dia saat dihubungi merdeka.com, Rabu (19/12).

Bambang mengatakan, setelah Kementerian Perhubungan melakukan fit and proper test, hasil tes itu akan diminta persetujuan dari Kementerian BUMN.

Menanggapi hal itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan, seharusnya Kementerian BUMN harus dilibatkan dalam fit and proper test. Karena, lanjut dia, nantinya ketika Perum Navigasi terbentuk akan menjadi perusahaan di bawah kementerian BUMN.

"Seharusnya Perum Navigasi itu nantinya akan menjadi BUMN dan yang melakukan fit and proper test itu BUMN," pungkasnya.

Sebelumnya dengan adanya Peraturan Pemerintah nomor 77 tahun 2012 tentang Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) 13 September lalu, pemerintah telah resmi membentuk perusahaan khusus untuk mengelola langit Indonesia.

Perum tersebut diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2013 nanti. Pembentukan perusahaan tersebut dipicu oleh kecelakaan Sukhoi SuperJet 100 yang jatuh di gunung Salak.

Rekomendasi