Ramadan tahun ini ternyata tidak seheboh tahun lalu. Hal tersebut terlihat dari peredaran uang yang terjadi selama Ramadan.
Menurut data dari Bank Indonesia, tahun ini peningkatan peredaran uang dari sebelum dan sesudah Ramadan lebih kecil daripada tahun lalu. BI mencatat, peningkatan peredaran uang tahun ini naik 18 persen, sementara tahun lalu 20 persen.
"Sebelum Ramadan (H-1) mencapai Rp 375 triliun. Pada akhir Ramadan jumlahnya meningkat menjadi Rp 442,6 triliun," ujar Direktur Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah kepada merdeka.com, Kamis (30/8).
Dari jumlah uang yang beredar sebelum Ramadan, sebesar Rp 347 triliun merupakan Uang Pecahan Besar (uang pecahan Rp 20.000 - Rp 100.000) dan Rp 28 triliun merupakan Uang Pecahan Kecil (pecahan Rp 10.000 ke bawah).
Sedangkan dari jumlah uang beredar selama periode Ramadan, sebesar Rp 408 triliun dalam Uang Pecahan Besar (UPK) dan Rp 34,6 triliun dalam Uang Pecahan Kecil (UPK).
Tahun lalu, uang yang diedarkan oleh Bank Indonesia sebelum Ramadan (H-1) sebesar Rp 326,5 triliun. Dalam sebulan meningkat menjadi Rp 391,9 triliun.
Untuk tahun 2010, Uang Yang Diedarkan (UYD) selama Ramadan meningkat 15 persen dibanding sebelum Ramadan (H-1) yang sebesar Rp 279,8 triliun. Setelah Ramadan 2010 meningkat menjadi Rp 324,1 triliun.