Profil Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra, Wanita Pertama di Jabatan Tertinggi Bertemu Prabowo dan Dikawal Pasukan Berkuda

Dina Ercilia Boluarte Zegarra adalah seorang politikus dan pengacara yang menjabat sebagai Presiden Peru ke-64 sejak tahun 2022.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Profil Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra, Wanita Pertama di Jabatan Tertinggi Bertemu Prabowo dan Dikawal Pasukan Berkuda
Profil Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra, Wanita Pertama di Jabatan Tertinggi Bertemu Prabowo dan Dikawal Pasukan Berkuda (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (11/8). Ini merupakan kunjungan balasan dari lawatan Prabowo ke Peru pada November 2024 lalu.

Presiden Dina Boluarte tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 10.05 WIB. Iring-iringan mobil yang membawa Presiden Dina Boluarte sempat memasuki kawasan Monumen Nasional (Monas).

Puluhan pasukan berkuda yang membawa bendera Indonesia turut mengiringi rangkaian mobil Presiden Dina Boluarte hingga ke Istana Merdeka.

Dina Ercilia Boluarte Zegarra adalah seorang politikus dan pengacara yang menjabat sebagai Presiden Peru ke-64 sejak tahun 2022. Dia menjadi wanita pertama yang memegang jabatan ini, menandai sejarah baru bagi Peru.

Boluarte lahir pada 31 Mei 1962 di Chalhuanca, Apurímac, Peru. Sebagai seorang pegawai negeri sipil, dia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, termasuk gelar Master di bidang Hukum Notaris dan Registrasi.

Sejak dilantik, Boluarte menghadapi berbagai tantangan, termasuk protes besar-besaran dan kontroversi politik. Meskipun demikian, dia berkomitmen untuk memajukan pendidikan dan stabilitas politik di Peru.

Dina Boluarte lahir di Chalhuanca, Apurímac, dan merupakan seorang pengacara yang lulus dari University of San Martín de Porres. Dia memiliki pemahaman yang baik tentang bahasa Quechua dan fasih berbahasa Spanyol.

Dalam perjalanan kariernya, Boluarte pernah menjabat sebagai pegawai negeri sipil di National Registry of Identification and Civil Status (RENIEC) sebelum terjun ke dunia politik. Ia juga memiliki dua anak dari pernikahannya dengan David Gómez Villasante.

Boluarte memulai karier politiknya dengan mencalonkan diri sebagai walikota distrik Surquillo pada tahun 2018, meskipun gagal. Dia kemudian terpilih sebagai Wakil Presiden Peru pada pemilihan umum 2021 mendampingi Pedro Castillo.

Setelah diangkat sebagai Menteri Pembangunan dan Inklusi Sosial, Boluarte mengundurkan diri dari posisi tersebut namun tetap menjabat sebagai wakil presiden. Pada Januari 2022, dia menyatakan ketidakpuasan terhadap ideologi partai Free Peru dan akhirnya dikeluarkan dari partai tersebut.

Dina Boluarte dilantik sebagai Presiden Peru pada 7 Desember 2022, setelah pemecatan Pedro Castillo. Dalam pidato pelantikannya, dia menyerukan gencatan senjata politik dan komitmen untuk memberantas korupsi.

Selama masa kepresidenannya, Boluarte menghadapi banyak protes dan kritik terhadap penggunaan kekuatan militer dalam menangani demonstrasi. Ia juga terlibat dalam penyelidikan hukum terkait pelanggaran konstitusi.

Boluarte berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Peru, yang diakui oleh OECD. Dia juga menyerukan pemilihan umum pada tahun 2026 untuk mengakhiri ketidakstabilan politik.

Pada November 2023, dia menghadiri pertemuan APEC di San Francisco dan menerima tanggung jawab untuk menjadi tuan rumah APEC 2024. Kunjungan kenegaraannya ke Indonesia pada Agustus 2025 juga menunjukkan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral.

Rekomendasi