Perdagangan Indonesia–Australia Tembus Rp381,5 Triliun, Naik Hampir 3 Kali Lipat
Hubungan ekonomi Indonesia–Australia makin erat. Nilai perdagangan naik tiga kali lipat menjadi AUD 35 miliar, didorong implementasi IA-CEPA selama lima tahun.
Sebanyak 35 delegasi bisnis asal Australia berkunjung ke Indonesia dalam rangka program Australia–Southeast Asia Business Exchange bertajuk “Kemitraan Bisnis Strategis dengan Indonesia”.
Kunjungan ini menjadi bagian dari implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Australia (IA-CEPA) yang telah berjalan selama lima tahun.
Melalui IA-CEPA, kedua negara memperluas kerja sama di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath menyebut Indonesia merupakan mitra ekonomi paling strategis bagi Australia di kawasan.
“Tak ada mitra yang lebih penting bagi Australia di kawasan dibanding Indonesia,” ujar Gita dalam acara Australia–Southeast Asia Business Exchange di Jakarta, Selasa (11/11).
Ia menambahkan, sejak diberlakukannya IA-CEPA, volume perdagangan kedua negara meningkat hampir tiga kali lipat. Nilai total perdagangan kini mencapai AUD 35 miliar atau sekitar Rp381,5 triliun.
“Selama lima tahun terakhir, perdagangan antara kedua negara telah meningkat hampir tiga kali lipat,” kata Gita.
Australia Masuk 10 Besar Investor Asing di Indonesia
Selain perdagangan, kerja sama di sektor investasi juga tumbuh signifikan. Australia kini tercatat sebagai salah satu dari sepuluh investor terbesar di Indonesia, dengan peningkatan investasi langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI) sebesar 30 persen sejak penerapan IA-CEPA.
“Investasi ini berfokus pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, dua isu utama yang menjadi perhatian bersama,” kata Gita Kamath.
Ketertarikan Australia terhadap sektor agrobisnis dan agripangan terlihat jelas melalui kunjungan 29 perusahaan Australia yang ikut serta dalam delegasi bisnis kali ini.
Australia Business Champion Prof. Jennifer Westacott menyampaikan bahwa nilai investasi dan perdagangan yang disalurkan perusahaan-perusahaan tersebut mencapai AUD 5 miliar atau sekitar Rp54,5 triliun.
“Perusahaan dan organisasi Australia ingin menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju swasembada dan ketahanan pangan. Peluangnya sangat besar di Indonesia,” ujar Westacott.