Pemprov Bali, OJK, dan FLJK Gelar Pasar Murah Jelang Galungan: Tekan Inflasi dan Dukung UMKM

Pemerintah Provinsi Bali bersama OJK dan FLJK sukses menggelar **Pasar Murah Galungan Bali** untuk menekan inflasi serta mendukung UMKM menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Bali, OJK, dan FLJK Gelar Pasar Murah Jelang Galungan: Tekan Inflasi dan Dukung UMKM
Pemprov Bali bersama OJK dan FLJK sukses menggelar Pasar Murah Galungan Bali, upaya strategis menekan inflasi dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok jelang Hari Raya. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Bali, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Forum Lembaga Jasa Keuangan (FLJK) Bali, baru saja mengadakan pasar murah. Kegiatan ini bertujuan utama menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang sering terjadi. Ini dilakukan menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan yang merupakan hari besar umat Hindu.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa inisiatif ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga menegaskan bahwa pasar murah merupakan salah satu upaya konkret pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi. Dampak positifnya diharapkan terasa signifikan bagi seluruh warga Pulau Dewata yang akan merayakan hari raya.

Pasar murah ini dinilai sangat efektif untuk mengendalikan potensi inflasi yang biasanya meningkat. Khususnya menjelang hari besar keagamaan di Pulau Dewata, di mana permintaan barang meningkat pesat. Hari Raya Galungan sendiri akan jatuh pada Rabu (19/11) dan Kuningan pada Sabtu (29/11) mendatang.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa cara ini memberikan dampak signifikan bagi perekonomian lokal. Hal ini terutama untuk menekan potensi inflasi yang kerap membebani masyarakat menjelang hari besar keagamaan. "Ini membantu masyarakat dan salah satu upaya kami menekan inflasi," kata Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri acara tersebut.

Kepala OJK Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menambahkan bahwa pasar murah ini memiliki tujuan ganda yang strategis. Selain menekan inflasi, ajang ini juga memperluas akses keuangan dan pemasaran usaha bagi pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan 2025 yang sedang berjalan.

Puji Rahayu berharap kegiatan kolaboratif ini dapat ikut menekan laju inflasi secara efektif. "Ini wujud kolaborasi kami dengan pemerintah dan FLJK," ujarnya, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga. Kolaborasi erat antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan acara ini dalam memberikan manfaat nyata bagi warga.

Ketua FLJK Bali, I Nyoman Sudharma, menjelaskan bahwa pasar murah ini memberikan subsidi harga yang signifikan. Harga yang ditawarkan di pasar murah jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran umum. Kerja sama ini melibatkan anggota FLJK seperti perbankan, asuransi, pasar modal, perusahaan penjaminan, dan dana pensiun.

Pasar murah yang diadakan selama satu hari ini berhasil menghadirkan 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor. Mereka menjual beragam produk mulai dari hortikultura seperti cabai, bawang merah, sayuran segar, dan buah-buahan lokal. Kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, dan beras juga tersedia untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan produk makanan dan minuman siap saji, produk fesyen, serta kebutuhan penting untuk upacara keagamaan. Contohnya janur dan canang, yaitu rangkaian janur dan bunga yang esensial untuk upakara. Ini menunjukkan kelengkapan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masyarakat Bali menjelang hari raya.

Harga yang ditawarkan di pasar murah ini sangat menarik berkat adanya subsidi dari penyelenggara. Sebagai contoh, satu kemasan canang berisi 15 satuan, yang normalnya mencapai Rp30 ribu di pasaran, dijual hanya Rp157. Demikian pula, cabai rawit merah dijual dengan harga Rp20 ribu per kilogram, jauh lebih murah dari harga pasaran yang mencapai kisaran rata-rata Rp30 ribu.

I Nyoman Sudharma menambahkan bahwa pasar murah ini tidak hanya berfokus pada penjualan produk. Kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan sistem pembayaran digital yang modern. Salah satunya adalah penggunaan pembayaran berbasis kode batang atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), mendorong inklusi keuangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi