Pemkab Sigi Prioritaskan Rehabilitasi 17 Jaringan Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten Sigi memastikan 17 jaringan irigasi akan direhabilitasi pada tahun 2025, menjadi yang terbanyak di Sulawesi Tengah. Program ini vital untuk ketahanan pangan dan optimasi lahan pertanian di Sigi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Sigi Prioritaskan Rehabilitasi 17 Jaringan Irigasi untuk Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Sigi memastikan 17 jaringan irigasi akan direhabilitasi pada tahun 2025, menjadi yang terbanyak di Sulawesi Tengah. Program ini vital untuk ketahanan pangan dan optimasi lahan pertanian di Sigi. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, telah mengumumkan rencana besar untuk meningkatkan sektor pertanian di wilayahnya. Sebanyak 17 jaringan irigasi di Kabupaten Sigi dipastikan masuk dalam daftar program rehabilitasi dan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2025. Inisiatif ini menandai komitmen kuat Pemkab Sigi dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menjelaskan bahwa program ini bertujuan ganda. Selain memperkuat ketahanan pangan, rehabilitasi jaringan irigasi juga diharapkan dapat mengoptimalkan kembali lahan-lahan pertanian yang ada di Kabupaten Sigi. Hal ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Rizal Intjenae menambahkan bahwa jumlah 17 jaringan irigasi yang akan diperbaiki merupakan yang terbanyak di antara seluruh usulan kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Pengerjaan proyek ini akan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, dengan estimasi nilai perbaikan mencapai Rp3 miliar untuk setiap jaringan irigasi.

Kabupaten Sigi mendapatkan alokasi perbaikan jaringan irigasi yang signifikan dibandingkan daerah lain di Sulawesi Tengah. Sebagai perbandingan, Kabupaten Banggai hanya mendapatkan tiga jaringan irigasi, Donggala dua jaringan, sementara Morowali Utara dan Tolitoli masing-masing satu jaringan. Kondisi ini menunjukkan prioritas pemerintah pusat terhadap kebutuhan infrastruktur irigasi di Sigi.

Bupati Rizal Intjenae menegaskan bahwa semua pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III. Anggaran yang dialokasikan untuk setiap perbaikan jaringan irigasi mencapai Rp3 miliar, mencerminkan investasi besar dalam upaya peningkatan kualitas infrastruktur pertanian.

Program rehabilitasi ini merupakan bagian integral dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025. Inpres tersebut secara spesifik mengamanatkan percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di seluruh Indonesia. Fokus utama dari program ini adalah peningkatan infrastruktur irigasi tersier, yang sangat krusial untuk mendukung sektor pertanian lokal.

Pembangunan 17 proyek saluran jaringan irigasi ini direncanakan mencapai total panjang 6.500 meter. Dengan cakupan yang luas ini, proyek ditargetkan akan mampu melayani sekitar 539 hektare lahan pertanian di Kabupaten Sigi. Ini merupakan peningkatan signifikan yang diharapkan dapat mengubah wajah pertanian di daerah tersebut.

Pelaksanaan Inpres tahap II ini memiliki beberapa tujuan utama yang berfokus pada efisiensi. Salah satunya adalah efisiensi distribusi air irigasi, yang sangat penting untuk memastikan pasokan air merata ke seluruh lahan pertanian. Efisiensi ini akan meminimalisir pemborosan air dan memaksimalkan penggunaan sumber daya.

Selain itu, program rehabilitasi jaringan irigasi ini juga bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan secara menyeluruh. Dengan pasokan air yang stabil dan infrastruktur yang memadai, petani dapat meningkatkan produktivitas hasil panen mereka. Peningkatan produktivitas ini pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Sigi.

Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 menjadi landasan hukum dan kebijakan utama bagi program rehabilitasi jaringan irigasi ini. Inpres tersebut menunjukkan komitmen pemerintah pusat untuk mengatasi tantangan di sektor pertanian melalui perbaikan infrastruktur vital. Fokus pada irigasi tersier sangat relevan karena merupakan jalur distribusi air terakhir ke lahan pertanian.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui Inpres ini, Pemkab Sigi mendapatkan momentum untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan. Keterlibatan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III sebagai pelaksana proyek juga menjamin standar kualitas dan efisiensi dalam pengerjaan. Ini adalah kolaborasi penting antara pemerintah daerah dan pusat.

Rehabilitasi jaringan irigasi tidak hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem pertanian yang lebih resilient. Ketersediaan air yang cukup dan terdistribusi dengan baik akan mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan atau masalah irigasi lainnya. Hal ini akan memberikan kepastian bagi petani dan mendorong mereka untuk terus berinovasi dalam praktik pertanian.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi