Panen Raya 1,3 Ton Ikan Papuyu di Banjar: Si Mungil Bernilai Ekonomi Tinggi Dukung Ketahanan Pangan Lokal

Pemkab Banjar sukses panen 1,3 ton ikan papuyu, membuktikan potensi besar komoditas lokal ini dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Panen Raya 1,3 Ton Ikan Papuyu di Banjar: Si Mungil Bernilai Ekonomi Tinggi Dukung Ketahanan Pangan Lokal
Pemkab Banjar sukses panen 1,3 ton ikan papuyu, membuktikan potensi besar komoditas lokal ini dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan, baru-baru ini sukses menggelar panen raya ikan papuyu atau betok. Sebanyak 1,3 ton ikan berhasil dipanen dari kolam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdatan) Tabulihin di Desa Karang Intan, Kecamatan Karang Intan.

Kegiatan strategis ini merupakan bagian integral dari inovasi "Intan Sikapayu" (Inovasi Tangguh Sinergi Kampung Ikan Papuyu) yang digagas oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar. Inovasi ini bertujuan utama untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat lokal. Panen ini menunjukkan komitmen Pemkab Banjar dalam mendukung sektor perikanan.

Penjabat Sekda Banjar, H. Ikhwansyah, yang mewakili Bupati Banjar Saidi Mansyur, turut hadir dalam acara panen tersebut. Beliau menyampaikan bahwa hasil panen ini menjadi indikator positif bagi pengembangan ekonomi perikanan daerah. Panen ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya.

Potensi Ekonomi Ikan Papuyu yang Menggiurkan

Ikan papuyu tidak hanya penting untuk ketahanan pangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Menurut Penjabat Sekda Banjar H. Ikhwansyah, nilai jual ikan papuyu sangat prospektif. "Tahun lalu hasil panen mencapai 1,59 ton dari 20 ribu benih dengan nilai jual sekitar Rp113 juta. Tahun ini kami perkirakan bisa menghasilkan 1,3 ton," ungkap Ikhwansyah.

Potensi ekonomi ikan papuyu semakin meningkat ketika diolah menjadi produk turunan. Ikhwansyah menjelaskan bahwa ikan papuyu dapat diubah menjadi kerupuk, nugget, atau abon. Pengolahan ini dapat melipatgandakan nilai jual ikan tersebut. Nilai ekonomi ikan papuyu bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat bila dijadikan produk turunan.

Peningkatan nilai ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. "Inilah potensi besar papuyu dalam mendukung kesejahteraan masyarakat," tegas Ikhwansyah. Hal ini juga menunjukkan bagaimana inovasi produk dapat memberikan dampak positif. Ikan papuyu menjadi komoditas unggulan yang menjanjikan.

Panen kali ini menjadi bukti nyata keberhasilan masyarakat Karang Intan dalam mengembangkan sektor perikanan. Mereka tidak hanya menjaga kelestarian hayati, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi. Kawasan budidaya ini menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Keberhasilan ini patut diapresiasi.

Dukungan Pemerintah dan Inovasi Intan Sikapayu

Pemerintah daerah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan budidaya ikan papuyu. Ikhwansyah menyatakan bahwa Pemkab Banjar akan terus memberikan berbagai bentuk dukungan. Dukungan tersebut meliputi penyediaan bibit unggul, pelatihan manajemen budidaya, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi produk perikanan.

Harapan besar disematkan pada panen ikan papuyu yang melimpah ini. "Harapan kita, panen yang melimpah ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan, serta menyediakan protein hewani yang terjangkau dan berkualitas," ucap Ikhwansyah. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah, menambahkan bahwa panen kali ini menunjukkan efisiensi yang lebih baik. "Panen 2025 ini lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, yakni enam bulan dari masa tanam 15 ribu benih," jelas Sipliansyah. Seluruh modal budidaya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan melalui DKPP. Dana ini dikelola langsung oleh kelompok pembudidaya.

Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan pengukuhan Forum Penggiat Budidaya Perikanan Kabupaten Banjar periode 2025–2028. Acara panen ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Di antaranya Kepala Bappeda Litbang Nashrullah Sadiq, Kepala DKISP HM Aidil Basith, Kepala BKPSDM Erni Wahdini, dan Camat Karang Intan Pusaro Riyanto. Kehadiran mereka menegaskan dukungan lintas sektor terhadap program ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi