OJK Siap Fasilitasi Industri Manfaatkan Peluang dari Penurunan Tarif Dagang RI-AS

Kesepakatan tersebut memberikan kepastian dalam hubungan ekonomi kedua negara serta membuka peluang baru bagi sektor industri nasional.

Tira Santia
Oleh Tira Santia - Reporter
OJK Siap Fasilitasi Industri Manfaatkan Peluang dari Penurunan Tarif Dagang RI-AS
OJK Siap Fasilitasi Industri Manfaatkan Peluang dari Penurunan Tarif Dagang RI-AS (Merdeka.com)

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mendukung kesepakatan tarif perdagangan yang baru saja dicapai antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat.

Menurutnya, kesepakatan tersebut memberikan kepastian dalam hubungan ekonomi kedua negara serta membuka peluang baru bagi sektor industri nasional.

"Terkait tercapainya kesepakatan perdagangan antara Pemerintah RI dan AS, kami menyambut baik kesepakatan yang sudah dicapai itu karena memberikan kepastian terhadap hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara, dan memberikan peluang-peluang yang semakin besar bagi industri-industri di Indonesia yang terkait untuk memanfaatkannya," kata Mahendra dalam konferensi pers KSSK, di Gedung LPS, Jakarta, Selasa (29/7).

Mahendra menegaskan bahwa OJK siap mendukung sepenuhnya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam menindaklanjuti kesepakatan tersebut.

Lembaga pengawas sektor jasa keuangan itu juga berkomitmen untuk memfasilitasi berbagai upaya peningkatan daya saing industri dalam negeri.

"Dalam kaitan itu, OJK siap mendukung penuh kebijakan dan memfasilitasi yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri yang terkait dalam merealisasikan peluang-peluang yang ada," ujarnya.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa keberhasilan negosiasi penurunan tarif resiprokal Amerika Serikat terhadap produk asal Indonesia menjadi 19 persen merupakan peluang besar bagi industri nasional.

Kebijakan ini dinilai akan mendorong kinerja sektor-sektor padat karya, seperti tekstil, alas kaki, dan furniture, yang selama ini menghadapi tekanan berat di pasar ekspor.

"Keberhasilan dari negosiasi penurunan tarif resiprokal Amerika Serikat untuk Indonesia menjadi 19 persen diperkirakan dapat mendorong kinerja sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan furniture," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK yang digelar di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Senin (28/7).

Menurutnya, penurunan tarif ini memberikan angin segar bagi pelaku industri yang bergantung pada pasar ekspor AS.

Kata Sri Mulyani, beberapa produk seperti migas dan pangan yang diimpor dari AS diprediksi akan mengalami penurunan harga di pasar domestik.

"Di sisi lain, impor dengan tarif 0% atas produk Amerika Serikat diperkirakan mendorong harga produk migas dan pangan Indonesia menjadi lebih rendah. Perkembangan risiko rabatan perlu untuk terus dicermati," ujarnya.

Kondisi ini dinilai bisa membawa manfaat bagi konsumen Indonesia karena harga barang-barang strategis bisa menjadi lebih terjangkau. 

Rekomendasi