Menko AHY Buka Peluang Investasi Asing untuk Proyek Giant Sea Wall
AHY mengatakan, pemerintah masih terus mengkaji pembentukan Badan Otorita Giant Sea Wall.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan kabar terbaru terkait pembentukan Badan Otorita untuk pembangunan proyek tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall). Termasuk rencana menggalang investasi dari berbagai pihak.
AHY mengatakan, pemerintah masih terus mengkaji pembentukan Badan Otorita Giant Sea Wall.
"Masih dibicarakan, kita diskusikan juga format terbaiknya seperti apa," ujarnya di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Sabtu (12/4).
Menurut dia, kolaborasi lintas stakeholder terkait sangat penting. Lantaran proyek Giant Sea Wall bakal melibatkan banyak kepentingan, termasuk pemerintah pusat maupun daerah (pemda).
"Jadi kita prinsipnya akan terus membicarakan ini, terus melihat apa saja yang perlu dipersiapkan, karena memang ini adalah proyek yang besar dan kompleks. Jadi kita pasti akan susun dengan baik dan matang," kata AHY.
Sama halnya dengan rencana menggaet pemasukan investasi dari luar atau investasi asing. AHY mengaku terus berkomunikasi dengan berbagai pihak yang dianggap bisa jadi investor potensial, baik dalam dan luar negeri.
"Tetapi sekali lagi, karena ini sesuatu yang besar dan belum pernah ada di Indonesia jadi semua juga terus melakukan studi. Mereka menghitung dengan baik karena capital yang dibutuhkan agak tidak sedikit dan perlu penguatan kebijakan dan regulasi dari pemerintah kita juga," ungkapnya.
Kunjungan ke China
Menko IPK lantas menceritakan kunjungannya ke China beberapa waktu lalu. AHY menyebut sudah ada beberapa calon investor yang tertarik menyuntikan dananya untuk proyek Giant Sea Wall. Sehingga, dia pun membuka potensi investasi untuk negara lainnya.
"Sekali lagi, ini sebuah langkah yang perlu kita lakukan dan kita mencoba untuk membuka peluangnya ke semua. Tidak hanya ke salah satu negara atau salah satu entitas yang selama ini sudah bekerja sama dengan Indonesia, tetapi kita buka ruang ini secara luas," tuturnya.
"Sesuai dengan arah Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita harus melibatkan banyak pihak, ini yang membuat kita bisa lebih sustainable," pungkas Agus Harimurti Yudhoyono.