Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi melantik Fauzi Ichsan sebagai Anggota Dewan Pengawas Profesional pada Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Pelantikan ini berlangsung di Jakarta pada hari Rabu, 1 April, menandai komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas dan tata kelola INA.
Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya peran Dewan Pengawas dalam mewujudkan tata kelola investasi yang prudent dan kredibel. Investasi merupakan instrumen vital bagi pembangunan ekonomi nasional, sehingga pengawasan yang kuat sangat dibutuhkan.
Pelantikan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kinerja, dan profesionalisme INA di masa mendatang. Diharapkan, dengan adanya Dewan Pengawas profesional, integritas dan pengawasan terhadap INA akan semakin kokoh.
Advertisement
Advertisement
Peran Krusial Dewan Pengawas dalam Tata Kelola INA
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa posisi INA sangat strategis sebagai katalis investasi nasional. INA juga berperan sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Dalam sambutannya, Purbaya menyatakan bahwa investasi adalah instrumen utama untuk pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, peranan Dewan Pengawas menjadi sangat krusial untuk memastikan tata kelola investasi yang prudent dan kredibel.
Pelantikan Fauzi Ichsan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kredibilitas dan tata kelola INA sebagai sovereign wealth fund Indonesia. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola dana investasi negara.
Advertisement
Advertisement
Sinergi INA dan Danantara untuk Pembangunan Ekonomi
Menteri Keuangan berharap INA dapat membangun sinergi yang kuat sebagai co-partner bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi perekonomian.
Sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kerja sama yang saling melengkapi. Ini termasuk menarik investasi, membangun portofolio yang beragam, serta memperkuat pembiayaan sektor-sektor prioritas nasional.
Selain itu, kolaborasi antara INA dan Danantara diharapkan mampu mendukung agenda prioritas pemerintah, khususnya dalam mewujudkan Asta Cita. Dewan Pengawas juga diimbau untuk memastikan arah strategis INA selaras dengan prioritas nasional.
Advertisement
Purbaya juga mengajak dewan pengawas untuk membuka investasi yang semakin progresif. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga prinsip kehati-hatian atau prudent dalam setiap keputusan investasi yang diambil.
Advertisement
Penguatan Kapasitas Produksi Nasional Melalui Investasi INA
Sebelumnya, INA telah menunjukkan komitmennya dalam investasi strategis melalui kerja sama penting. INA bersama Danantara Indonesia dan Chandra Asri Group telah menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA).
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani oleh ketiga pihak. Danantara Indonesia dan INA berperan sebagai investor strategis dalam proyek ini.
Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk memperkuat kapasitas produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) domestik. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pasokan dalam negeri.
Advertisement
Pelantikan dan pengambilan sumpah anggota dewan pengawas ini turut dihadiri oleh para pejabat dari lingkungan Kementerian Keuangan dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
Sumber: AntaraNews