Kisah Pedagang Nanas di Pasar yang Kini Berkembang Hingga Buka Lapangan Kerja Berkat KUR BRI
Konsistensi yang ia jaga selama lebih dari tiga dekade membuat usahanya terus eksis dan dipercaya pelanggan hingga saat ini.
Pertumbuhan usaha 'Nanas Nadi' yang dijalankan oleh Nadi Sugiharto bukan hanya berdampak pada peningkatan omzet, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Dari semula dikelola sendiri, kini usahanya mampu membuka lapangan kerja dengan melibatkan sejumlah karyawan tetap. Bahkan, saat Ramadan ketika permintaan melonjak, jumlah pekerja bisa bertambah hingga 15 orang.
"Alhamdulillah, usaha ini bukan hanya bermanfaat bagi keluarga saya, tapi juga bisa memberi peluang kerja bagi warga sekitar. Setiap kali permintaan meningkat, saya bisa mengajak lebih banyak orang untuk membantu," tutur Nadi, Senin (22/9/2025).
Berawal dari usaha keluarga, Nadi Sugiharto telah menjalankan usaha buah 'Nanas Nadi' sejak 1993 di Pasar Tradisional SMEP, Bandar Lampung. Konsistensi yang ia jaga selama lebih dari tiga dekade membuat usahanya terus eksis dan dipercaya pelanggan hingga saat ini.
Nadi menuturkan, dari sebuah lapak sederhana, ia fokus menjual nanas lokal yang dikenal manis dan segar. Meski berbagai tantangan datang silih berganti, ia tidak pernah menyerah. Justru, seiring waktu, ia pun berinovasi mengolah nanas menjadi beragam olahan, seperti bahan petisan dan selai, yang memiliki daya simpan lebih lama guna memperpanjang umur simpan produk.
Titik penting kesuksesan perjalanan usaha Nadi pun terjadi pada 2020, ketika ia memperoleh pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Dukungan permodalan tersebut menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar.
Hingga akhir Agustus 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp114,28 triliun kepada 2,5 juta debitur UMKM. Jumlah tersebut setara dengan 65,31% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 yang mencapai Rp175 triliun.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa perluasan akses pembiayaan terus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas pelaku UMKM. Menurutnya, pembiayaan yang tepat sasaran akan memberikan dampak ekonomi yang nyata.
"KUR merupakan instrumen strategis dalam memperluas pembiayaan produktif yang berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Penyaluran yang tepat sasaran akan mendorong produktivitas, mendukung keberlanjutan usaha, serta membuka peluang kerja yang lebih luas. BRI pun terus konsisten untuk mendorong UMKM dapat menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Akhmad.