Kemiskinan sulit turun akibat industri padat karya terkendala gaji

Senin, 17 Juli 2017 18:54 Reporter : Yolanda Permata
pengrajin mainan kayu. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2017, Indonesia mengalami pertambahan angka kemiskinan sekitar 6.900 orang dibandingkan dengan September 2016. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2017 mencapai 27,77 juta orang.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menegaskan industri memiliki pengaruh besar dalam pemangkasan kemiskinan. "Industri menyerap tenaga kerja yang tentunya akan mengurangi kemiskinan," tuturnya saat ditemui di gedung kementerian koordinator perekonomian, Jakarta, Senin(17/7).

Menteri Airlangga menuturkan program padat karya yang dicanangkan untuk mengurangi kemiskinan dan mengatasi pengangguran menemui hambatan, terutama terkait upah. "Program padat karya kita dorong pada sektor alas kaki (sepatu), hambatan utama terkait pada upah," tuturnya.

Selain itu, Menteri Airlangga mengatakan pihaknya tengah fokus terhadap pengolahan industri-industri yang menjadi prioritas untuk dikembangkan. "Sedang melakukan pengolahan terdiri dari berbagai produk seperti industri makanan, industri berbasis logam, industri agro, industri kimia, industri tekstil, itu menjadi prioritas yang dikembangkan," ujarnya.

Dia juga mengatakan pihaknya sedang mendorong semua struktur dan sektor yang ada guna membangun perindustrian. "Sebagai pemerintah kita dorong semua struktur dan semua sektor itu saling berkembang, memanfaatkan bahan baku, menyerap tenaga kerja, menghasilkan devisa, mensubtitusi impor," tuturnya.

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.