Jokowi Janji Hilirisasi, Prabowo Tanya Kenapa Tak Dilakukan Selama Ini

Sabtu, 13 April 2019 21:16 Reporter : Ahda Bayhaqi
Jokowi Janji Hilirisasi, Prabowo Tanya Kenapa Tak Dilakukan Selama Ini Jokowi-Prabowo. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi menjanjikan akan melakukan hilirisasi dan industrialisasi komoditas dan produk perikanan Indonesia. Ini perlu dilakukan karena selama ini Indonesia hanya menggantungkan komoditas pada pasar luar negeri. Indonesia masih saja mengekspor komoditas dalam bentuk mentah atau raw material.

"Baik itu karet, kelapa sawit, baik itu perikanan, baik itu komoditas-komoditas pertanian sehingga strategi ke depan baik perikanan dan pertanian adalah hilirisasi dan industrialisasi," kata Jokowi dalam debat pamungkas capres dan cawapres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta.

Menurut Jokowi, perlu dibangun industri perikanan sebanyak-banyaknya di Tanah Air. Di mana, terdapat pengolahan pengalengan dan kemudian Indonesia akan mengekspor ikan dalam bentuk olahan. Ke depannya, pihaknya juga akan membangun packaging atau kemasan dan branding di Indonesia.

"Ke depan kita harus berani hilirisasi mencegah agar ekspor kita tidak dalam bentuk mentahan, minimal barang setengah jadi atau kita tekan agar dikirim barang jadi," tegas Jokowi.

Selain itu, dalam bidang pertanian, pihaknya berencana membangun ekonomi digital dengan menyatukan para petani dengan kaum milenial. Maksudnya, kaum milenial yang dengan dengan sistem online akan disatukan dengan petani yang selama ini masih offline.

"Kita tahu anak anak muda sekarang sudah membangun ekosistem online kalau disambungkan offline produk pertanian akan memudahkan petani berhubungan langsung dengan konsumen lewat digital ekonomi," tegas Jokowi.

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menanggapi Jokowi dengan menyebut ekonomi Indonesia sedang salah arah. Prabowo malah menyebut telah terjadi deindustrialisasi karena pemerintah selama ini tidak punya strategi. Prabowo bahkan mengkritik Jokowi yang telah memerintah selama 4,5 tahun yang tidak menjalankan program hilirisasi dan industrialisasi seperti yang dijanjikan.

"Tadi niat Pak Jokowi bagus, Pak Jokowi sudah 4,5 tahun kenapa izinkan impor, petani hancur, kenapa tidak fokus pada industrialisasi tapi justru fokus infrastruktur, jangan jangan mempermudah barang dari luar masuk."

Menurut Prabowo, perlu kebijakan tegas untuk menghentikan keadaan ini dan juga agar tidak ada uang rakyat Indonesia yang mengalir keluar negeri. "Kenapa tidak fokus membangun industri segala bidang. hilirisasi saya setuju, tapi kenapa bapak tidak laksanakan 4,5 tahun. Tapi bapak izinkan menteri bapak produk asing masuk ke indonesia."

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menegaskan bahwa kunci memajukan ekonomi adalah dengan menciptakan wirausaha dan adanya kepastian usaha. "Saya yakin bersama Prabowo-Sandi berpihak pada pengusaha nasional menghadirkan kepastian usaha. Kepastian hukum membuat investasi pengolahan mentah menjadi bahan jadi bisa terwujud."

Jokowi langsung menjawab tudingan Prabowo Subianto. Jokowi menjelaskan bahwa pengelolaan ekonomi makro berbeda dengan mikro. Mengelola ekonomi makro harus mempertimbangkan sisi permintaan atau suplai yang dipengaruhi kebijakan pemerintah.

Menurut Jokowi, kebijakan mikro itu hanya sebatas jual dan beli. Bangun industri dan menjual produk yang ada. Tapi mengelola ekonomi makro harus mempertimbangkan agregat-agregat produksi. Harus memperhatikan sektor primer seperti pertanian, pertambangan. Kemudian sektor sekunder seperti manufaktur atau pengolahan.

"Ini ada tahapan-tahapan. Kita bangun infrastruktur akan menghubungkan kawasan industri dan pariwisata. Itu enggak mungkin langsung atau semudah membalikkan tangan dan langsung ekspor. Perlu tahapan tahapan besar."

Oleh karena itu, Jokowi menegaskan tahapan ini harus dilakukan, mulai dari infrastruktur, SDM, reformasi struktural dan terakhir atau yang keempat teknologi inovasi. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini