Ini penyebab perbankan syariah RI tertinggal dari Malaysia

Jumat, 15 Desember 2017 17:59 Reporter : Anggun P. Situmorang
Ini penyebab perbankan syariah RI tertinggal dari Malaysia Bank Mandiri. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ahmad Soekro Tratmono, mengatakan penggunaan perbankan syariah di Malaysia masih lebih tinggi dari pada di Indonesia. Penyebabnya, pemerintah Malaysia sudah sejak lama gencar mengkampanyekan penggunaan perbankan syariah.

"Di Malaysia itu kan dukungan pemerintah itu sudah sejak lama. Nah di Indonesia sudah mulai nih Pak Jokowi sudah mendirikan atau membentuk komite nasional. Mudah-mudahan kita akan bisa mengejar ketertinggalan dengan Malaysia," ujar Soekro di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (15/12).

Hingga kini, market share perbankan syariah di Indonesia baru mencapai 5 persen. Untuk itu, perbankan syariah diminta lebih giat mengajak masyarakat menggunakan layanan keuangan syariah.

"Jadi harus lebih giat lagi terutama memberi pelayanan terhadap masyarakat harus lebih baik. Produk-produk yang dipasarkan harus dapat diterima oleh masyarakat luas," jelasnya.

Perbankan syariah harus memperbaiki pelayanan agar sama posisinya dengan bank konvensional. Termasuk dari segi kelengkapan informasi teknologi (IT) dan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Bank syariah harus sama baiknya dengan bank konvensional harus sama dari segi pelayanan, IT, SDM kemudian harus lebih baik didalam modern nya," jelasnya.

Soekro menambahkan, perbankan syariah harus mampu memanfaatkan populasi umat muslim yang cukup besar di Indonesia. "Tapi jangan hanya umat muslim, bahwa perbankan syariah dan keuangan syariah untuk semua umat. Oleh karena itu, bisnis perbankan syariah harus lebih maju," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini