Ini penyebab turunnya ekspor Agustus 2018 versi Mendag Enggar
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2018 mencapai USD 15,82 miliar atau menurun 2,90 persen dibanding ekspor Juli 2018. Sementara, secara year on year (yoy) atau dibanding Agustus 2017, meningkat 4,15 persen.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, penurunan ekspor tersebut disebabkan oleh adanya kebijakan DMO 25 persen untuk batubara.
"Ekspor yang menurun dibandingkan bulan lalu itu lebih pada batubara. Karena kita menghentikan trader batubara tidak boleh dulu mengekspor, sekarang kita bikin kelonggaran boleh lagi ekspor, kemudian ketentuan DMO-nya tidak lagi menjadi kewajiban, saya percaya bulan depan bisa mengkompensasi," ujar di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (17/9).
Sementara dari sisi impor, kenaikan impor pada Januari-Agustus 2018 baik untuk barang konsumsi sebesar 27,38 persen, bahan baku/penolong 23,24 persen dan barang modal 29,24 persen tidak ada kaitannya dengan kebijakan pemerintah untuk mengendalikan impor, sehingga membuat importir jor-joran melakukan impor sebelum dibatasi.
"Kalau bicara sampai September ada beberapa bulan sampai menjelang Lebaran. Itu biasa terjadi kenaikan," kata dia.
Sementara secara keseluruhan terkait dengan neraca perdagangan yang masih defisit, Enggar menyatakan jika hal ini dikontribusikan oleh defisit di sektor migas. "Jadi dari sisi nonmigas kita positif, tetapi dari sisi migasnya masih negatif, tetapi negatifnya menurunkan dibandingkan yang lalu," tandas dia
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya