Indonesia Impor AC, Anggur Hingga Kurma di Maret 2019

Senin, 15 April 2019 13:54 Reporter : Anggun P. Situmorang
Indonesia Impor AC, Anggur Hingga Kurma di Maret 2019 Kepala BPS Suhariyanto. ©2017 Merdeka.com/Saugy Riyandi

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada Maret 2019 sebesar USD 13,49 miliar. Angka ini tercatat naik sebesar 10,31 persen dibandingkan pada Februari 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kenaikan impor ini salah satunya disebabkan oleh impor beberapa barang konsumsi yang mengalami peningkatan. Adapun di antaranya adalah air conditioner (AC), anggur dan jeruk mandarin.

"Konsumsi yang naik barangnya di antaranya impor AC, mesin-mesin AC kemudian anggur fresh dari aussie," ujar Suhariyanto saat memberi keterangan pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/4).

Selain beberapa komoditas tersebut, Indonesia juga ternyata sudah mulai mengimpor kurma jelang Ramadhan. Tercatat pada Maret, Indonesia sudah mengimpor kurma segar dan kering sebesar USD 19 juta.

"Selain anggur, ada impor jeruk mandarin baik fresh dan dry. Satu lagi karena mendekati Ramadhan ada impor kurma dari Tunisia, sesuatu yang biasa," jelas Suhariyanto.

Menurut penggunaan barang, impor juga disumbang oleh impor bahan baku atau penolong yang mencapai minus 21,11 persen secara month to month atau turun senilai USD 9,01 miliar.

Suhariyanto menjelaskan jika dibandingkan pada Maret 2018 impor bulan ini mengalami penurunan sebesar 6,67 persen. Selain itu, jika dilihat pergerakan impor dibandingkan Januari-Maret 2018 nilai impor Januari-Maret 2019 tercatat lebih rendah.

Secara kumulatif total impor Januari-Maret 2019 tercatat mencapai USD 40,7 miliar. Jika dibandingkan Januari-Maret 2018 nilai tersebut tercatat turun sebesar 7,40 persen. "Dengan catatan, impor terbesar masih mesin dan pesawat mekanis, dan mesin dan peralatan listrik," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini