Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, tengah mengoptimalkan pembangunan konservasi air, termasuk irigasi dan dam parit. Inisiatif ini menyasar 10 titik atau kelompok tani yang sebelumnya terdampak bencana alam di wilayah tersebut. Pengerjaan proyek ini bertujuan untuk memulihkan infrastruktur pertanian vital dan mendukung ketahanan pangan lokal.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, menyatakan bahwa pengerjaan perbaikan irigasi dan antisipasi anomali (dam parit) sedang berjalan di 10 titik. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 70 persen, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam percepatan pemulihan. Proyek ini diharapkan segera rampung untuk memberikan manfaat maksimal bagi petani.
Total alokasi dana untuk pembangunan konservasi air irigasi dan dam parit ini mencapai Rp1.229.780.000. Setiap unit pembangunan menelan biaya sekitar Rp120 juta, dengan keseluruhan pengerjaan dilakukan secara swakelola. Pendekatan swakelola ini memungkinkan efisiensi dan partisipasi aktif dari masyarakat setempat dalam proses pembangunan.
Advertisement
Advertisement
Progres Pembangunan dan Optimalisasi Lahan
Pembangunan konservasi air dan dam parit di Pasaman Barat saat ini telah mencapai 70 persen dari target 10 titik lokasi. Proyek ini krusial untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama setelah wilayah tersebut dilanda bencana. Afdal menegaskan bahwa percepatan pengerjaan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Anggaran yang dialokasikan untuk proyek konservasi air ini adalah sebesar Rp1.229.780.000, dengan biaya per unit sekitar Rp120 juta. Metode swakelola dipilih untuk pelaksanaan proyek, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas penggunaan dana. Ini juga mendorong keterlibatan langsung masyarakat penerima manfaat.
Selain pembangunan dam parit, Pemkab Pasaman Barat juga telah menyelesaikan optimalisasi lahan bencana seluas 176 hektare. Optimalisasi ini tersebar di delapan titik kelompok tani dengan total anggaran Rp998.460.000. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya pemulihan pasca-bencana untuk mengembalikan produktivitas lahan pertanian.
Advertisement
Advertisement
Urgensi Pemulihan Ekonomi Petani Pasca-Bencana
Afdal menekankan bahwa pembangunan dan perbaikan sawah serta konservasi air dan dam parit sangat penting dilakukan dengan cepat. Hal ini dikarenakan proyek-proyek tersebut secara langsung menyangkut dengan ekonomi warga. Ketersediaan air yang memadai adalah kunci utama keberlanjutan pertanian di Pasaman Barat.
Bencana alam yang melanda Pasaman Barat pada akhir November 2025 lalu menyebabkan lahan pertanian terdampak parah akibat banjir dan lumpur. Kondisi ini mengakibatkan pasokan air untuk irigasi terganggu, yang secara langsung mengancam mata pencarian petani. Pemulihan infrastruktur air menjadi vital untuk mencegah kerugian ekonomi lebih lanjut.
"Jika pasokan air kurang maka sawah tidak akan dapat dialiri sehingga ekonomi warga akan semakin payah," ujar dia. Pernyataan ini menggarisbawahi dampak langsung dari kurangnya infrastruktur irigasi terhadap kesejahteraan petani. Oleh karena itu, investasi dalam konservasi air adalah investasi pada stabilitas ekonomi daerah.
Advertisement
Advertisement
Usulan Tambahan Rehabilitasi ke Kementerian Pertanian
Dalam upaya pemulihan yang lebih komprehensif, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga telah mengajukan usulan tambahan alokasi dana. Usulan ini ditujukan kepada Kementerian Pertanian untuk rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana alam. Harapannya, bantuan dari pusat dapat mempercepat proses pemulihan.
Rincian usulan tersebut mencakup bantuan rehabilitasi sawah rusak sedang atau optimalisasi lahan seluas 48 hektare. Selain itu, diusulkan juga rehabilitasi atau optimalisasi lahan sawah rusak berat seluas 50 hektare. Proposal ini menunjukkan skala kerusakan yang cukup signifikan dan kebutuhan akan dukungan finansial yang besar.
Tidak hanya itu, Pemkab Pasaman Barat juga mengusulkan pembangunan lima unit dam parit tambahan. Serta bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 20 unit. Usulan ini diharapkan dapat melengkapi upaya yang sudah berjalan dan memastikan sistem irigasi yang lebih tangguh di masa depan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews