Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa program pelatihan vokasi menjadi instrumen penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten di daerah. "Pelatihan vokasi menjadi instrumen penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, sekaligus membuka peluang usaha baru di tengah masyarakat," ujar Wagub Jihan Nurlela di Bandarlampung, Sabtu.
Program vokasi ini diharapkan dapat memberdayakan warga desa untuk mengatasi berbagai permasalahan dengan pendekatan yang berlandaskan potensi individu. Pelatihan ini merupakan salah satu pengurai persoalan ketenagakerjaan yang terintegrasi dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung, yaitu Desaku Maju.
Program Desaku Maju mengintegrasikan berbagai intervensi pembangunan desa, mulai dari sektor pertanian, infrastruktur, hingga penguatan kapasitas SDM. Tujuannya adalah mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat. Pembangunan SDM menjadi fondasi utama dalam mendukung hadirnya industri dan pengembangan ekonomi desa.
Advertisement
Advertisement
Integrasi Pelatihan Vokasi dengan Program Desaku Maju
Wagub Jihan Nurlela menjelaskan bahwa program Desaku Maju merupakan prioritas Provinsi Lampung yang diharapkan mampu mengintegrasikan banyak program lainnya. Ini mencakup program bidang pertanian dengan penempatan instrumen seperti RMU dan dryer, serta pembangunan jalan lingkungan. Pelatihan vokasi disiapkan untuk mengintegrasikan sektor SDM agar dapat masuk dan membangun ekosistem desa secara lebih sempurna.
Program ini dirancang untuk mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat melalui intervensi pembangunan yang komprehensif. Penguatan kapasitas SDM menjadi kunci agar masyarakat desa memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi. Dengan demikian, setiap elemen desa dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Pelatihan vokasi tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah. Melalui pendekatan "design thinking", peserta dilatih untuk mengidentifikasi masalah, melakukan mitigasi, dan menciptakan solusi. Hal ini mendorong masyarakat desa untuk menjadi pencipta lapangan kerja dan membangun ekosistem yang baik di wilayah mereka.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Ketenagakerjaan dan Peningkatan Kualitas SDM di Lampung
Tantangan ketenagakerjaan di Lampung masih cukup besar, sebagaimana diungkapkan oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026. Dari sekitar 4,9 juta penduduk yang bekerja, hanya sekitar 31 persen yang berada di sektor formal, sementara mayoritas masih bekerja di sektor informal. Data ini menunjukkan urgensi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di provinsi ini.
Wagub Jihan Nurlela mengingatkan bahwa pekerjaan rumah bukan hanya soal membuka lapangan kerja baru. "Data ini mengingatkan bahwa pekerjaan rumah kita bukan hanya soal membuka lapangan kerja baru, tetapi yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas SDM, produktivitasnya dan daya saing kerja sumber daya masyarakat," ujarnya.
Pembangunan SDM menjadi fondasi utama dalam mendukung hadirnya industri dan pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. Pelatihan vokasi adalah langkah nyata pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan profesional. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi angka pekerja informal dan meningkatkan proporsi pekerja formal yang berkualitas.
Advertisement
Advertisement
Fokus Pelatihan Vokasi: Keterampilan Teknis dan Pemecahan Masalah
Pelatihan vokasi di Lampung tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis semata, tetapi juga membangun pola pikir kritis. Peserta didorong untuk mampu melakukan brainstorming masalah, mitigasi risiko, dan merumuskan berbagai alternatif solusi. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan individu yang proaktif dan inovatif.
Program vokasi ini dirancang bukan hanya untuk menyediakan lapangan kerja, melainkan untuk menciptakan kemampuan berpikir kritis di kalangan masyarakat. "Program vokasi ini bukan untuk menyediakan lapangan kerja, tetapi kita ciptakan bagaimana bisa berpikir kritis, bisa brainstorming masalah, melakukan mitigasi dari masalah tersebut, membuat solusi, membuat alternatif-alternatif jalan keluar. Sehingga masyarakat desa yang berperan nanti menciptakan suatu lapangan kerja, membuat solusi-solusi sehingga di desa-desa tersebut terdapat ekosistem yang baik," tambahnya.
Pada tahun 2026, pelaksanaan pelatihan vokasi di Lampung melibatkan 528 peserta. Pelatihan ini tersebar di 33 desa yang berada di 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Anggaran yang dialokasikan untuk program peningkatan kapasitas sumber daya manusia ini mencapai Rp6 miliar, menunjukkan komitmen pemerintah daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews