Fakta Mengejutkan! Investasi Hulu Migas Tembus Rp144 Triliun hingga Agustus 2025, Target Jauh Lebih Besar

SKK Migas mencatat investasi hulu migas mencapai USD 8,9 miliar hingga Agustus 2025, namun realisasi eksplorasi masih rendah. Akankah target ambisius tercapai?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan! Investasi Hulu Migas Tembus Rp144 Triliun hingga Agustus 2025, Target Jauh Lebih Besar
Potensi besar Sumur Rakyat terkuak! SKK Migas memprediksi sumur rakyat dapat menambah lifting minyak nasional hingga 100 ribu barel per hari. Bagaimana mekanismenya? (Planet Merdeka)

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan total investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) telah mencapai angka 8,9 miliar dolar AS. Data signifikan ini tercatat hingga periode Agustus 2025, menunjukkan komitmen besar dalam pengembangan energi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam rapat dengar pendapat. Pertemuan penting ini berlangsung bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta pada hari Selasa lalu.

Meskipun investasi secara keseluruhan signifikan, realisasi untuk kegiatan eksplorasi masih menjadi sorotan utama. Angka ini jauh di bawah target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Djoko Siswanto menjelaskan bahwa total investasi sebesar 8,9 miliar dolar AS tersebut mencakup berbagai aspek. "Itu total investasi di kegiatan hulu migas, baik operasional (opex), belanja modal (capex), eksplorasi, dan produksi," ujarnya.

SKK Migas sendiri telah menetapkan target investasi hulu migas yang ambisius untuk tahun 2025. Angka yang dibidik adalah sebesar 16,5–16,9 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp269,07 triliun.

Namun, jika melihat investasi eksplorasi, realisasinya masih tergolong rendah. Dari target 1,5 miliar dolar AS yang ditetapkan untuk 2025, baru sekitar 500 juta dolar AS yang terealisasi hingga Agustus.

Sebagai perbandingan, investasi eksplorasi pada tahun sebelumnya, 2024, tercatat sebesar 1,3 miliar dolar AS. Ini menunjukkan adanya tantangan dalam mencapai target eksplorasi tahun ini.

Selain investasi, realisasi pengeboran sumur eksplorasi juga menunjukkan capaian yang belum optimal. Hingga Agustus 2025, baru 18 sumur yang berhasil ditajak dari total target 46 sumur, atau sekitar 36,9 persen.

Meskipun demikian, SKK Migas memiliki proyeksi yang lebih baik untuk sisa tahun ini. Outlook hingga akhir 2025 diperkirakan bisa mencapai 43 sumur, atau sekitar 93,5 persen dari target awal.

Djoko Siswanto menambahkan, "Realisasi sampai saat ini 18 sumur, dan outlook 2025 diperkirakan bisa mencapai 43 sumur." Ini menunjukkan upaya percepatan yang diharapkan dapat mengejar ketertinggalan.

Dari 17 sumur yang telah dianalisis, lima sumur berhasil menemukan hidrokarbon (discovery), tujuh sumur dinyatakan kering (dry hole), dan lima lainnya masih dalam proses pelaksanaan. Rasio keberhasilan eksplorasi mencapai sekitar 42 persen, dengan total sumber daya dari lima discovery tersebut mencapai 21 juta barel setara minyak (MMBOE).

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi