Bank Dunia Sebut Hilirisasi Tambang Indonesia Jadi Pelopor Kebijakan Larangan Ekspor Bahan Mentah

Bank Dunia mengapresiasi kebijakan hilirisasi sektor pertambangan di Indonesia.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Bank Dunia Sebut Hilirisasi Tambang Indonesia Jadi Pelopor Kebijakan Larangan Ekspor Bahan Mentah
Ilustrasi Pertambangan Mineral di Indonesia. Credit: nikitos1977/depositphotos.con (© 2026 Liputan6.com)

Bank Dunia mengungkapkan bahwa kebijakan hilirisasi tambang di Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi negara. Indonesia bahkan diakui sebagai salah satu pelopor dalam pemanfaatan larangan ekspor bahan mentah untuk mendorong proses industrialisasi.

Dalam laporan yang berjudul World Bank East Asia and Pacific Economic Update April 2026, dijelaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam produk tambang setengah jadi, seperti besi, baja paduan, tembaga setengah murni, dan bubuk seng.

Namun, Bank Dunia berpendapat bahwa potensi Indonesia tidak hanya terbatas pada produk tersebut. Produk hilir seperti pegas yang terbuat dari besi dan baja, produk baja tahan karat, serta berbagai turunan nikel masih belum dimanfaatkan secara optimal. Ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi untuk produk hilir tersebut masih di bawah potensi maksimumnya.

Oleh karena itu, program hilirisasi dianggap masih memiliki banyak ruang untuk memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi bagi Indonesia.

Bank Dunia juga menekankan pentingnya kebijakan yang tepat untuk mendorong hilirisasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

"Dengan kombinasi kebijakan yang tepat dan terukur, Indonesia dapat menggantikan pembatasan ekspor yang bersifat distorsif guna mendorong pengembangan aktivitas pertambangan yang lebih hijau dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," tulis Bank Dunia.

Lembaga ini menilai bahwa Indonesia telah konsisten menerapkan kebijakan pelarangan ekspor bahan mentah sejak tahun 2014, meskipun menghadapi berbagai tantangan dari komunitas internasional, termasuk dari World Trade Organization (WTO).

Tingkatkan Investasi Asing

Hilirisasi Tambang RI Dipuji Bank Dunia, Pelopor Larangan Ekspor Bahan Mentah
Ilustrasi Pertambangan Mineral di Indonesia. Credit: nikitos1977/depositphotos.con © 2026 Liputan6.com

Meskipun demikian, kebijakan tersebut dianggap berhasil dalam menarik investasi besar, terutama di sektor pengolahan mineral. Bank Dunia mencatat bahwa larangan ekspor bahan mentah telah mendorong pertumbuhan yang pesat dalam produksi dan ekspor produk nikel di Indonesia, serta meningkatkan penanaman modal asing di sektor ekstraksi dan pengolahan.

"Data menunjukkan bahwa pelarangan ekspor berkontribusi terhadap pesatnya pertumbuhan produksi dan ekspor Indonesia di produk-produk nikel serta penanaman modal asing di ekstraksi dan pengolahan nikel," jelas Bank Dunia. Saat ini, kapasitas smelter di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan.

Namun, untuk memaksimalkan dampak positifnya terhadap ekonomi, diperlukan langkah-langkah lanjutan. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah reinvestasi pajak ekspor untuk mendukung industri hilir, serta penerapan subsidi berbasis kinerja yang transparan.

Selain itu, Bank Dunia juga mendorong adanya reformasi kebijakan di berbagai bidang, seperti fiskal, perdagangan, infrastruktur, dan perizinan usaha, guna memperkuat ekosistem hilirisasi di Indonesia.

Rekomendasi