Terombang-ambing 9 Bulan Menganggur, Mantan Pegawai Ini Bangkit Lewat printer 3D dan Solder

Alih-alih menyerah, ia lebih memilih untuk banting stir ke dunia yang belum pernah disentuh sama sekali, perakitan elektronik.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Terombang-ambing 9 Bulan Menganggur, Mantan Pegawai Ini Bangkit Lewat printer 3D dan Solder
apa penyebab wirausaha mengalami kegagalan dalam menjalankan usaha ©Ilustrasi dibuat AI

Mencari pekerjaan memang bukanlah hal yang mudah. Tetapi, itu bukanlah alasan untuk menyerah dan berhenti melakukan sesuatu. Bahkan bagi sebagian orang, masa-masa sulit ini menjadi alasan untuk terus belajar dan menemukan keahlian barunya.

Seperti yang dirasakan oleh mantan pekerja di bidang pelayanan publik yang membagikan kisahnya secara anonim. Setelah kehilangan pekerjaannya tahun lalu, ia terombang-ambing selama sembilan bulan belum mendapatkan pekerjaan, ratusan resume belasan wawancara sudah ia jalani.

Alih-alih menyerah, ia lebih memilih untuk banting stir ke dunia yang belum pernah disentuh sama sekali, perakitan elektronik.

Bagi seorang yang bergelar Sarjana Humaniora ini, keluar dari zona nyaman bukanlah sesuatu yang baru. Sejak umur 20 tahun ia telah menghabiskan liburannya untuk mengambil pekerjaan sebagai asisten rumah tangga.

Melansir laman Bussines Insider, Senin (20/7/2026), meski jam kerjanya yang panjang, gajinya kecil, dan sering kurang dihargai, ia tetap mengambil banyak pelajaran dari pekerjaan ini. Seperti, cara membersihkan bak dari noda sabun yang sudah lama, cara merawat rumah agar tetap bersih dan sehat, menghilangkan bau-bau yang tidak sedap.

Pengalaman inilah yang membuat ia yakin mengambil pekerjaan perakitan elektronik ketika ditawarkan oleh seorang insinyur, meskipun ia belum memiliki pengalaman dibidang ini. Sebelum mengambil pekerjaan ini, satu-satunya alat yang bisa ia operasikan hanyalah mesin printer kantor.

Keseharian Berubah Drastis

Kini, keseharian mantan pekerja kantor ini berubah drastis. Dalam setahun terakhir, ia telah bisa mengoperasikan printer 3D, mesin penanda laser (laser marker), alat pengepres kabel bertenaga kompresor (wire crimper), mesin penggiling (milling) skala industri, dan oven papan sirkuit.

Tantangan pertama yang ia hadapi adalah membaca lembar kerja excel berisi daftar komponen yang diperlukan untuk membuat papan sirkuit berfungsi, atau biasa disebut Bill of Material (BOM). Ia mempelajari sendiri tanpa adanya buku panduan pemula, yang harus dilakukan adalah mencocokkan nomor seri komponen secara manual menggunakan buku referensi terpisah.

"Ada perasaan yang luar biasa ketika saya berhasil membuat BOM dengan benar dan dapat digunakan untuk merakit papan sirkuit dengan baik," ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia juga harus menguasai teknik menyolder. Baginya yang sebelumnya hanya melihat aktivitas menyolder lewat aksi Tony Stark membangun zirah Iron Man, kini ia terus berhadapan langsung dengan presisi suhu, waktu, dan kehati-hatian agar tidak menghirup asap beracun.

Tuntut Konsentrasi Penuh

Pekerjaan barunya ini menuntut konsentrasi penuh. Ia bertanggung jawab merakit komponen pada Printed Circuit Board (PCB) yang ukurannya bervariasi dari seukuran koin hingga ponsel pintar. Beberapa komponen yang berukuran lebih kecil dari biji selasih bahkan harus dipasang secara manual menggunakan pinset di bawah kaca pembesar raksasa.

​"Terkadang saya merasa seperti sedang memainkan permainan papan 'Operation', bedanya mainan yang ini ukurannya jauh lebih kecil dan ada target tenggat waktu produksi," kelakar pekerja tersebut.

​Meski pasar kerja saat ini diakuinya sangat kejam, ia memilih untuk fokus pada sisi positif. Pekerjaan sampingan ini tidak hanya menyambung hidup, tetapi juga memperkaya dirinya dengan berbagai keterampilan teknis yang aplikatif.

​Bahkan, ia mengaku tidak ingin berhenti belajar di sini. Di usianya yang menginjak 40-an, ia sudah mulai melirik peluang baru untuk belajar mengelas. Baginya, keterampilan memotong logam dengan api adalah keahlian yang sangat keren dan berguna untuk masa depannya.

Reporter Magang: Hanan Mahira Amani

Rekomendasi