BPS: Jumlah Pekerja Informal Turun Pada Mei 2026

Pekerja informal adalah orang yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar, pekerja bebas, dan pekerja keluarga/tidak dibayar.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
BPS: Jumlah Pekerja Informal Turun Pada Mei 2026
Hal tersebut mengingat sebagian besar pelaku usaha mikro berasal dari kelompok berpenghasilan rendah dan bekerja di sektor informal. Tampak dalam foto, seorang wanita menyajikan sarapan kepada pelanggannya di sebuah warung pinggir jalan, Jakarta, Senin 4 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah pekerja informal di Indonesia mengalami penurunan tipis per Mei 2026.

"Proporsi pekerja informal per Mei 2026 mengalami penurunan tipis dibandingkan dengan Februari 2026, menjadi sekitar 59,30 persen dari total penduduk yang bekerja," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8).

Edy mengatakan angka 59,30 persen tersebut sama dengan 87,88 juta orang yang bekerja secara informal. Sementara pada Februari 2026, jumlah pekerja informal di Indonesia adalah 59,42 persen dari total penduduk yang bekerja atau 87,74 juta orang.

Adapun menurut BPS, pekerja informal adalah orang yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar, pekerja bebas, dan pekerja keluarga/tidak dibayar.

Di sisi lain, pada Mei 2026, BPS mencatat dari sebanyak 148,19 juta penduduk yang bekerja, sebesar 37,09 persen di antaranya berstatus buruh/karyawan/pegawai.

"Dibandingkan dengan Februari 2026, penduduk bekerja berstatus pengusaha sendiri mengalami penambahan terbanyak, yaitu sebesar 1,38 juta orang," kata Edy.

Jumlah Penduduk Bekerja

Ia melanjutkan, jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mengalami dari 59,93 juta orang menjadi 60,31 juta orang, utamanya didorong oleh meningkatnya buruh/karyawan/pegawai.

Sementara itu, jika dirinci berdasarkan struktur penduduk bekerja menurut tingkat pendidikannya, sebesar 13,18 persen dari 148,19 juta penduduk yang bekerja memiliki pendidikan diploma ke atas per Mei 2026. 

"Jika dibandingkan Februari 2026, proporsi pekerja berpendidikan SMA, SMK, dan diploma ke atas mengalami peningkatan," ujar Edy.

Pekerja dengan tingkat pendidikan Diploma IV, S1, S2, dan S3 adalah sebanyak 15,93 juta orang (10,75 persen).

Pendidikan Diploma dan SMA

Lalu, pekerja dengan tingkat pendidikan Diploma I/II/III adalah 3,59 juta orang (2,42 persen); sementara angkatan kerja dengan tingkat pendidikan SMK dan SMA masing-masing sebanyak 19,44 juta orang (13,12 persen) dan 30,71 juta orang (20,72 persen).

Namun, data menunjukkan proporsi tingkat pendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah masih mendominasi struktur penduduk bekerja di Indonesia, yaitu sebesar 35,40 persen atau 52,46 juta orang.

"Pada Mei 2026, sebesar 13,18 persen dari 148,19 juta penduduk yang bekerja memiliki pendidikan diploma ke atas. Sementara itu, 35,40 persen penduduk yang bekerja memiliki pendidikan SD ke bawah dan masih mendominasi struktur penduduk bekerja di Indonesia," kata Edy.

Rekomendasi