Asumsi Rupiah 15.000 per USD di 2019 dinilai masih realistis

Rabu, 17 Oktober 2018 17:42 Reporter : Dwi Aditya Putra
Asumsi Rupiah 15.000 per USD di 2019 dinilai masih realistis rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah menyetujui perubahan asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Salah satunya yakni mengenai perubahan nilai tukar Rupiah menjadi Rp 15.000 per USD.

Rektor Unika Atma Jaya, Agustinus prasetyantoko menilai perubahan ini merupakan hal yang realistis. Menurutnya angka tersebut sangat tepat mengingat dinamika perekonomian secara global saat ini masih terus bergejolak.

"Bahwa itu nampaknya sesuatu yang harus kita terima, bahwa nilai tukar Rupiah kita ini sekarang nilainya ya Rp 15.000 sehingga mau tidak mau harus direvisi sehingga lebih realistis," kata Agustinus di Jakarta, Selasa (17/10).

Dia mengatakan, dengan asumsi makro sebesar Rp 15.000 per USD tersebut artinya pemerintah sudah belajar dari keadaan di tahun lalu. Di mana dalam asumsi APBN 2018 Rupiah dipatok di level Rp 13.400 per USD, namun nyatanya angka tersebut melesat dari perkiraan pemerintah yang saat justru Rupiah berada di level Rp 15.000-an.

Dia menambahkan, dengan asumsi tersebut pemerintah ingin menunjukan kepercayaan di mata pasar sehingga menjadi lebih kredibel. Sebab, dengan asumsi sekarang semakin mencerminkan keadaan ekonomi saat ini.

"Di mata pasar kita lebih kredibel karena kita merevisi nilai tukar kita di asumsi APBN sehingga lebih merepesentasikan situasi yang terjadi," sebutnya.

"Nilai tukar Rupiah terhadap asumsi APBN (2019) lebih merepesentasi situasi yang terjadi," kata Agustinus. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini