Aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat pada Senin (3/8/2026) pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa di perbatasan Lumajang–Malang itu tercatat meletus lima kali beruntun sejak dini hari, dengan kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak.
Rangkaian erupsi berlangsung dari pukul 00.18 WIB hingga 07.56 WIB, dengan sebaran abu ke utara, barat daya, dan tenggara.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Liswanto, menyebut letusan pada pukul 07.56 WIB menjadi yang terbesar pada pagi hari.
"Pada pukul 07.56 WIB terjadi erupsi Gunung Semeru dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik," ujar Liswanto.
Advertisement
Kronologi Erupsi Semeru Sejak Dini Hari
Erupsi pertama tercatat pukul 00.18 WIB dengan kolom abu setinggi 500 meter yang bergerak ke utara.
Selang 13 menit, tepat pukul 00.31 WIB, erupsi kedua terjadi dengan tekanan lebih kuat dan melontarkan material hingga 700 meter di atas puncak.
Pada pukul 01.46 WIB, erupsi ketiga menyemburkan kolom abu sekitar 600 meter ke arah utara.
Erupsi keempat terjadi pukul 05.50 WIB. Kolom abu teramati setinggi 300 meter dan mengarah ke barat daya.
Letusan kelima pada pukul 07.56 WIB mengirimkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal setinggi sekitar 700 meter yang bergerak ke tenggara.
Advertisement
Status Siaga Level III, Batas Aktivitas Warga
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Liswanto, menegaskan status aktivitas Semeru saat ini tetap berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi dan tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana.
Pada sektor tenggara, warga dilarang beraktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, area hingga 500 meter dari sempadan sungai perlu dikosongkan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas guguran dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.
Selain itu, aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak juga dilarang untuk mengantisipasi bahaya lontaran batu pijar.
"Masyarakat kami minta tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya," pungkasnya.