Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, menunjukkan peningkatan aktivitas pada Selasa (11/8/2026) pagi. Dalam rentang sekitar empat jam, tercatat delapan kali erupsi. Otoritas meminta warga di sekitar lereng meningkatkan kewaspadaan.
Semburan kolom abu dari rangkaian erupsi teramati membumbung hingga 800 meter di atas puncak dan dominan mengarah ke tenggara. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu pada erupsi awal.
Aktivitas dimulai pukul 04.39 WIB dan berlangsung beruntun hingga pukul 08.23 WIB. Semeru saat ini berstatus Siaga atau Level III.
Advertisement
Rentetan Letusan Sejak Pukul 04.39 WIB
Letusan pertama pada pukul 04.39 WIB memuntahkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak dengan arah sebaran ke tenggara. Warna kolom terpantau putih hingga kelabu.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Dany Erlangga Yosa Putra, melaporkan parameter seismik letusan perdana tersebut.
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi 132 detik," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Dany Erlangga Yosa Putra, Selasa (11/8/2026).
Setelah itu, letusan susulan terjadi berturut-turut pada pukul 04.56 WIB, 05.16 WIB, 05.54 WIB, 06.30 WIB, 06.56 WIB, 07.37 WIB, dan terakhir 08.23 WIB.
Pada erupsi kedelapan pukul 08.23 WIB, tinggi kolom abu teramati mencapai 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 mdpl. Kolom berintensitas sedang dengan arah ke tenggara.
Rekaman instrumen menunjukkan amplitudo maksimum 13 mm pada erupsi terakhir dengan durasi 55 detik.
Advertisement
Status Siaga Level III dan Rekomendasi Keselamatan
Gunung Semeru masih berstatus Siaga (Level III). Otoritas mengimbau masyarakat mematuhi rekomendasi keselamatan untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi dan dampaknya.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Di luar jarak 13 kilometer, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.
"Radius 5 kilometer dari kawah/puncak dinyatakan mutlak steril dari aktivitas warga untuk menghindari risiko lontaran batu pijar," tambah Dany.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, serta banjir lahar hujan di seluruh aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Kewaspadaan khusus diperlukan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya.