Semeru Erupsi 1.000 Meter Sabtu Pagi

Pada Sabtu pagi, 18 Juli 2026, pukul 06.21 WIB, Gunung Semeru yang terletak di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi.

Ahmad Apriyono
Oleh Ahmad Apriyono - Reporter
Semeru Erupsi 1.000 Meter Sabtu Pagi
Gunung Semeru kembali erupsi pada Sabtu pagi (18/7/2026), pukul 06.21 WIB. (Liputan6.com/ Dok PVMBG)

Pada pagi hari Sabtu, 18 Juli 2026, Gunung Semeru yang terletak di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi kembali pada pukul 06.21 WIB. Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom letusan yang teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak gunung, atau setara dengan sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu yang teramati memiliki warna putih hingga kelabu dengan intensitas yang cukup tebal, mengarah ke timur laut, tenggara, dan selatan. Erupsi tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan berlangsung selama 395 detik.

Mukdas Sofian, petugas dari Pos Pantau Gunung Semeru, mengingatkan kepada masyarakat dan para wisatawan yang berada di sekitar area tersebut untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dengan jarak 13 km dari puncak.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," imbaunya.

Warga juga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru, mengingat adanya risiko bahaya lontaran batu pijar. Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan awan panas, guguran lava, dan lahar yang bisa terjadi di sepanjang aliran sungai atau lembah yang bersumber dari puncak Gunung Api Semeru, terutama di wilayah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sepanjang tahun 2026, Gunung Semeru telah tercatat mengalami erupsi sebanyak 1.516 kali. Hingga saat ini, pada hari Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 07.48 WIB, status Gunung Semeru masih berada dalam keadaan Waspada (Level III).

Aktivitas Gunung Semeru

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh PVMBG, hasil pemantauan pada Sabtu, 18 Juli 2026, menunjukkan bahwa antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Gunung Semeru mengalami sejumlah aktivitas seismik. Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 16 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo berkisar antara 10 hingga 22 mm, dan durasi gempa bervariasi antara 93 hingga 158 detik.

Selain itu, terdapat 4 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2 hingga 4 mm dan lama gempa antara 40 hingga 74 detik. Tidak hanya itu, Gunung Semeru juga mengalami 4 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2-3 mm dan durasi gempa antara 41 hingga 61 detik. Pada periode pengamatan yang sama, terjadi pula 1 kali gempa Harmonik dengan amplitudo 2 mm dan lama gempa 130 detik, serta 1 kali gempa Tektonik Jauh yang memiliki amplitudo 40 mm, dengan S-P 40 detik dan lama gempa 178 detik.

Rekomendasi