Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali Pagi Ini, Luncurkan Awan Panas Sejauh 3,5 Kilometer

Gunung Semeru erupsi sebanyak tiga kali pada Sabtu pagi, meluncurkan awan panas guguran sejauh 3,5 kilometer dan menetapkan status Level III (Siaga) bagi warga sekitar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali Pagi Ini, Luncurkan Awan Panas Sejauh 3,5 Kilometer
Gunung Semeru erupsi sebanyak tiga kali pada Sabtu pagi, meluncurkan awan panas guguran sejauh 3,5 kilometer dan menetapkan status Level III (Siaga) bagi warga sekitar. (AntaraNews)

Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi signifikan pada Sabtu pagi. Aktivitas vulkanik ini disertai dengan luncuran awan panas guguran yang mencapai jarak 3,5 kilometer. Kejadian ini memicu kewaspadaan tinggi di kalangan masyarakat dan pihak berwenang di wilayah sekitar gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 05.24 WIB, diikuti oleh erupsi kedua pada 06.21 WIB, dan erupsi ketiga pada 09.09 WIB. Kolom letusan teramati mencapai ketinggian hingga 1.000 meter di atas puncak, menunjukkan intensitas yang cukup besar dari aktivitas vulkanik ini.

Kolom abu vulkanik yang tebal berwarna putih hingga kelabu terlihat condong ke arah timur laut, tenggara, dan selatan, sesuai dengan arah angin saat kejadian. Erupsi ini terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 6 menit 35 detik, memberikan data konkret mengenai kekuatan letusan.

Kronologi Erupsi Gunung Semeru Pagi Ini

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru dimulai sejak dini hari Sabtu dengan erupsi pertama yang tercatat pada pukul 05.24 WIB. Erupsi awal ini menghasilkan kolom letusan setinggi sekitar 500 meter di atas puncak gunung. Meskipun tidak terlalu tinggi, erupsi ini menjadi pertanda awal peningkatan aktivitas gunung api tersebut.

Puncak erupsi terjadi pada pukul 06.21 WIB, di mana tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setara dengan 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pada saat inilah, awan panas guguran meluncur sejauh 3,5 kilometer menuju Besuk Kobokan.

Tidak berhenti di situ, Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 09.09 WIB dengan tinggi kolom letusan yang kembali mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Rangkaian erupsi ini menunjukkan bahwa Gunung Semeru masih dalam fase aktif yang memerlukan pemantauan ketat.

Status Siaga dan Rekomendasi Keselamatan Warga

Menyikapi serangkaian erupsi ini, status vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Status ini mengharuskan masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru telah mengeluarkan beberapa rekomendasi penting bagi warga sekitar. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, khususnya dalam jarak 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Larangan ini diberlakukan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga harus menghindari beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, mengingat bahaya lontaran batu pijar. Kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru juga sangat ditekankan. Area yang menjadi perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi