Arus Mudik Lebaran Banjarmasin: 4.304 Penumpang Menuju Jawa, KSOP Catat Penurunan Volume
Hingga H-5 Lebaran 2026, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin mencatat 4.304 penumpang telah menyeberang ke Jawa. Simak detail Arus Mudik Lebaran Banjarmasin dan kesiapan pelabuhan di sini.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin mencatat sebanyak 4.304 penumpang angkutan laut telah menyeberang menuju Pulau Jawa hingga H-5 Lebaran 2026. Keberangkatan ini terjadi melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, menjadi bagian dari Arus Mudik Lebaran Banjarmasin yang intensif.
Data ini merupakan akumulasi sejak Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran dibuka pada 13 Maret 2026, dengan aktivitas keberangkatan menuju Jawa masih mendominasi pergerakan di pelabuhan. Meskipun demikian, mobilitas penumpang secara keseluruhan menunjukkan adanya penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan volume penumpang sekitar 15 persen dibandingkan tahun 2025 menjadi sorotan utama dalam Arus Mudik Lebaran Banjarmasin kali ini. KSOP Banjarmasin terus memantau pergerakan ini untuk memastikan kelancaran dan keselamatan seluruh pemudik yang menggunakan jalur laut.
Penurunan Volume Penumpang dan Kendaraan
Kasubbag Umum dan Humas KSOP Kelas I Banjarmasin, Deni Hendra Mulyadi, mengungkapkan bahwa total volume penumpang angkutan laut mengalami penurunan sekitar 15 persen. Pada periode yang sama tahun 2025, jumlah penumpang mencapai 5.106 orang, sedangkan tahun ini tercatat 4.304 orang.
Penurunan paling signifikan juga terjadi pada sektor kendaraan naik, yang berkurang hingga 30 persen. Dari 1.278 unit pada tahun lalu, kini hanya 894 unit kendaraan yang diangkut.
Dalam 24 jam terakhir, kapal KM Dharma Rucitra I tercatat menjadi armada dengan muatan tertinggi, mengangkut 990 penumpang dan 204 kendaraan dalam satu kali pelayaran menuju Surabaya. Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan, aktivitas Arus Mudik Lebaran Banjarmasin tetap padat pada beberapa rute.
Mobilitas Angkutan Perairan Lokal dan Kesiapan Fasilitas
Selain angkutan laut lintas Jawa, mobilitas angkutan perairan pada sektor sungai dan danau di Kalimantan Selatan juga terpantau tinggi. Di Pelabuhan Sungai Banjaraya, tercatat 2.893 penumpang telah dilayani, dengan pergerakan didominasi penumpang naik sebanyak 1.723 orang serta pengangkutan 1.094 unit kendaraan roda dua.
Sementara itu, pada jalur penyeberangan Danau Aranio, 56 trip perjalanan dilayani oleh 28 kapal motor operasional. Jalur tersebut mengangkut 462 penumpang dan 44 kendaraan roda dua selama periode pemantauan arus mudik.
Deni Hendra Mulyadi menjelaskan bahwa pemisahan pemantauan antara angkutan laut lintas Jawa dan angkutan sungai maupun danau dilakukan untuk menjaga akurasi data sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan keselamatan bagi seluruh pengguna jasa transportasi.
Fasilitas penunjang di Terminal Penumpang Trisakti dipastikan dalam kondisi baik dengan ruang tunggu yang tertib dan aman. KSOP juga mengoperasikan buffer area seluas 4.270 meter persegi yang mampu menampung hingga 80 kendaraan, efektif mencegah antrean di pintu masuk pelabuhan.
Imbauan Keselamatan dan Kondisi Cuaca
Terkait kondisi cuaca, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan disertai petir di perairan Banjarmasin pada Selasa (17/3). Meskipun demikian, tinggi gelombang diperkirakan masih rendah, sekitar 0,1 hingga 0,5 meter, sehingga relatif aman bagi pelayaran.
KSOP Banjarmasin mengimbau operator kapal dan penumpang untuk tetap mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran. Hal ini termasuk memastikan kelaiklautan kapal serta kelengkapan manifes penumpang guna menjaga kelancaran Arus Mudik Lebaran Banjarmasin.
Seluruh pihak diharapkan bekerja sama demi terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi semua pemudik.
Sumber: AntaraNews