Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Penegasan ini disampaikan oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Tangerang pada Kamis lalu.
Keputusan tersebut diambil meskipun Pemkot Tangerang dihadapkan pada tantangan signifikan berupa koreksi anggaran dari Pemerintah Pusat. Anggaran yang diterima diperkirakan akan berkurang sebesar Rp402 miliar untuk tahun depan.
Wali Kota Sachrudin memastikan bahwa potensi defisit anggaran akibat koreksi ini akan diantisipasi dengan langkah-langkah strategis. Penyesuaian pada pos belanja daerah serta dukungan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun 2025 menjadi kunci utama.
Advertisement
Advertisement
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menjelaskan bahwa koreksi anggaran sebesar Rp402 miliar merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan cermat. Pemkot telah menyiapkan strategi komprehensif untuk memastikan program prioritas tetap berjalan.
Salah satu langkah utama adalah melakukan penyesuaian pada sejumlah pos belanja daerah yang dianggap tidak terlalu mendesak. Ini dilakukan untuk menjaga efisiensi dan fokus pada program-program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, defisit anggaran tersebut akan ditutup melalui pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun 2025. Sachrudin menyatakan, "Defisit sebesar Rp400 miliar itu akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun 2025. Di samping itu, belanja daerah juga dilakukan penyesuaian.”
Advertisement
Strategi ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam mengelola keuangan daerah secara prudent. Tujuannya agar **pembangunan Kota Tangerang** tidak terhambat oleh fluktuasi dana transfer dari pemerintah pusat.
Advertisement
Meskipun anggaran terkoreksi, Pemkot Tangerang tidak akan mengorbankan kualitas dan pemerataan pembangunan. Fokus utama tetap pada program yang berkeadilan, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
Wali Kota Sachrudin menegaskan, "Kita akan tetap melakukan program pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan, meski dihadapkan pada tantangan pengurangan dana transfer dari Pemerintah Pusat tahun depan." Ini menunjukkan prioritas pada kesejahteraan warga.
Program-program ini mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal. Setiap program dirancang untuk memberikan manfaat maksimal bagi warga Kota Tangerang.
Advertisement
Dengan demikian, **pembangunan Kota Tangerang** diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas hidup penduduknya. Hal ini dilakukan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keadilan dan keberlanjutan lingkungan.
Advertisement
Sidang paripurna yang diselenggarakan pada Kamis lalu merupakan langkah awal dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD tahun 2026. Proses ini melibatkan kolaborasi antara Pemkot dan DPRD Kota Tangerang.
Tahapan selanjutnya adalah rapat yang dijadwalkan pada 21 Oktober 2025. Pada rapat tersebut, para anggota dewan akan menyampaikan pandangan umum fraksi mereka terhadap Raperda APBD 2026.
Proses pembahasan ini sangat penting untuk memastikan bahwa alokasi anggaran sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam setiap tahapan.
Advertisement
Wali Kota Sachrudin menyatakan optimisme bahwa dengan semangat gotong royong dan pengelolaan anggaran yang efisien, Pemkot Tangerang dapat merealisasikan berbagai program prioritas. Tujuannya adalah demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kota.
Sumber: AntaraNews