Tangis Prajurit TNI Saat Orangtua Meninggal di Hari Pelantikan, Pangdam Ikut Bereaksi

Hari pelantikan adalah momen yang paling ditunggu oleh semua prajurit TNI.

Thomas Wardhana
Oleh Thomas Wardhana - Reporter
Tangis Prajurit TNI Saat Orangtua Meninggal di Hari Pelantikan, Pangdam Ikut Bereaksi
Orangtua Meninggal Dunia. Youtube Army Channel Indonesia ©2022 Merdeka.com

Hari pelantikan adalah momen yang paling ditunggu oleh semua prajurit TNI. Momen yang seharusnya membahagiakan dan membanggakan ini, biasanya dihadiri oleh keluarga dan penuh apresiasi atas keberhasilan para prajurit.

Namun, sebuah video yang diunggah di kanal Youtube Army Channel Indonesia menampilkan saat seorang prajurit menangis tersedu-sedu saat dihampiri oleh Pangdam VI Mulawarman, Mayjen Tri Budi Utomo.

Menurut informasi, ia menangis karena orang tuanya meninggal dunia di hari pelantikannya. Kepedulian dan perhatian sang jenderal kepada prajurit ini juga terlihat dengan memberikan semangat dan dukungan untuknya. Simak ulasan berikut.

Melansir dari kanal Youtube Army Channel Indonesia, Kamis (20/10), Mayjen Tri Budi Utomo hadir dalam upacara pelantikan prajurit TNI AD di Rindam VI Mulawarman.

Tri Budi Utomo melantik prajurit Tamtama di depan para hadirin yang kebanyakan adalah keluarga dari para prajurit tersebut. Momen yang sangat ditunggu ini pada umumnya akan menjadi momen yang membahagiakan karena sangat langka terjadi.

Terlihat beberapa prajurit menikmati momen mengharukan bersama keluarga mereka. Tak sedikit yang menangis dan terharu karena perjuangan mereka untuk menjadi seorang prajurit bisa tercapai.

Setelah upacara selesai, Mayjen Tri Budi Utomo tampak menyalami beberapa prajurit yang tidak dihampiri oleh keluarga mereka. Tri Budi Utomo tetap memberikan semangat dan wejangan untuk menjadi seorang prajurit yang kuat.

Tri Budi Utomo juga selalu menyarankan para prajurit untuk bertemu dengan orang tuanya saat cuti nanti. Sontak, para prajurit menjawab dengan tegas namun dengan tetap menahan tangis.

Pangdam VI Mulawarman ini tampak didampingi oleh para petinggi TNI lain dan terus berkeliling manghampiri para prajurit lain.

Namun momen mengharukan terjadi saat Tri Budi Utomo menghampiri seorang prajurit yang tampak menangis tersedu-sedu. Pangdam yang melihat sikap sang prajurit pun langsung mendatangi dan berkelakar bahwa prajurit tidak boleh menangis.

Belakangan, Tri Budi Utomo mendapat informasi bahwa orangtua sang prajurit baru saja meninggal dunia di hari pelantikannya. Prajurit yang bernama Muflif ini tetap berusaha tegar dan tegas saat menjawab pertanyaan sang jenderal.

"Jangan nangis prajurit gak boleh nangis harus semangat! Semangat bilang gitu!," imbuh sang jenderal.

"Siap semangat!," jawab Muflif.

"Selamat! orangtua meninggal? Berdoa buat orang tuanya ya, tapi kamu ingat 'saya harus jadi kebanggaan orang tua'. Oke selamat! ," imbuh lanjutan sang jenderal.

"Siap!," jawab Muflif dengan tegas.

Sikap prajurit TNI tersebut mendapat apresiasi sekaligus rasa haru karena disaat momen duka, dirinya masih harus berjuang. Tak ayal, banyak warganet yang mendoakan dirinya agar berhasil dan terus semangat sebagai prajurit TNI.

Berikut komentar warganet.

"Semangat adik.....walaupun orang tua sudah tiada....kita tetap semangat..dan jangan lupa doakan ke dua orang tua kita...mereka bangga dengan MU," komentar akun @kurniadi***

"Semangat adek.. Selamat bergabung di TNI," komentar akun @Emanuel***

"BANGGA DAN HARU, SLMT MAS CITA CITAMU KESAMPAIAN.," tulis akun @poernama

"Buat orang tuamu bangga bang!," tulis akun @Syahminan

"Semangat muflif walaupun orang tua sudah tiada mereka sudah bangga dialam mereka melihat kmu seperti sekarang
Semangat saudaraku dan tetanggaku yang baik hati 💪💪💪💪💪," komentar akun @Pandu

Berikut Video lengkapnya

Rekomendasi