Menteri AHY 'Menggebuk' Mafia Tanah yang Meresahkan, Didampingi Jenderal Polisi

Berikut momen Menteri AHY 'menggebuk' mafia tanah yang meresahkan.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Menteri AHY 'Menggebuk' Mafia Tanah yang Meresahkan, Didampingi Jenderal Polisi
Menteri AHY 'Menggebuk' Mafia Tanah yang Meresahkan, Didampingi Jenderal Polisi (Merdeka.com)

Di mana para mafia ini telah terbukti merugikan negara dan membuat ketidakpastian investasi di Indonesia.

Selain negara, para mafia ini juga terbukti menyengsarakan rakyat. Ia pun tampak didampingi oleh Jenderal Polisi berpengaruh.

Lantas bagaimana momen Menteri AHY 'menggebuk' mafia tanah yang meresahkan?

Melansir dari akun Instagram agusyudhoyono, Rabu (17/7), simak ulasan informasinya berikut ini.

Kementerian ATR/BPN baru saja 'menggebuk' mafia tanah yang telah terbukti secara nyata merugikan negara.

Menteri ATR/BPN AHY pun mengatakan bahwa para mafia ini juga telah membuat ketidakpastian investasi di Tanah Air dan menyengsarakan rakyat

AHY menyoroti dua kasus yang ada di Jawa Tengah. Dikatakan bahwa kasus mafia tanah ini berlokasi di Kabupaten Grobogan dan Kota Semarang.

"Di Provinsi Jawa Tengah ini ada dua kasus mafia tanah yang akan kami ungkap hari ini," ungkap AHY dalam konferensi pers pada Senin (15/7).
Dok. Istimewa

AHY pun menjelaskan setiap kasus mafia tanah yang diungkapnya.

Kasus pertama, modus operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah pemalsuan akta otentik soal pengalihan kepemilikan hak tanah. Di mana tanpa persetujuan pemilik sahnya.

Sehingga, seolah-olah mengakibatkan hilangnya hak pemilik yang sah. Kegiatannya tersebut dikatakan dengan bantuan oknum notaris.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Untuk itu dengan terungkapnya kasus ini maka kami menyelamatkan potensi kerugian masyarakat dan negara sebesar kurang lebih Rp3,14 triliun," jelasnya.

Untuk kasus kedua, tempat perkara ada di Kota Semarang.

Di mana modus operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah penipuan dan penggelapan terkait jual beli tanah kavling.

Adapun peristiwanya terjadi pada bulan April 2019, ketika itu korban melihat iklan penjualan rumah dengan luas 171 meter persegi. Korban pun langsung menghubungi nomor tersangka.

Instagram agusyudhoyono

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Cakupannya memang individu, tapi justru sering kali terjadi. Dan mungkin bagi sebagian ini enggak terlalu besar, tapi bagi masyarakat angka yang akan saya sebutkan itu sesuatu yang juga besar sekali. Dan ini sering kali terjadi," kata AHY.

Lebih lanjut, AHY mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak. Ia juga memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak.

Baik itu para aparatur Kejaksaan dan Kepolisian RI, maupun Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah hingga seluruh masyarakat.

Di mana pihak-pihak tersebut telah membantu khususnya Kementerian ATR/BPN dalam program pemberantasan mafia tanah.

"Mafia Tanah adalah parasit bagi bangsa ini. Karena itu, kita juga sepakat untuk memberantas Mafia Tanah sampai ke akar-akarnya," tutup AHY. <br>
Dok. Istimewa
Dalam 'menggebuk' mafia tanah di Jawa Tengah ini, AHY terlihat didampingi oleh seorang Jenderal Polri. <br>
Dok. Istimewa

Tidak tanggung-tanggung, Jenderal Polri tersebut merupakan sosok paling berpengaruh di Kepolisian khususnya Jawa Tengah.

Ya, AHY didampingi oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Polisi Ahmad Luthfi.

merdeka.com

Rekomendasi