Lupakan tentang mobil sport mahal atau karya seni dari Picasso. Miliarder asal Texas, David D. Halbert, memilih cara yang unik untuk menikmati kekayaannya. Ia membangun lapangan golf pribadi senilai USD 50 juta, atau sekitar Rp828 miliar (berdasarkan kurs Rp16.571 per USD), agar sang istri, Kathy, dapat bermain tanpa tekanan.
Halbert, yang baru saja masuk dalam daftar Forbes 400 tahun ini dengan total kekayaan bersih mencapai USD 4,9 miliar atau Rp81,19 triliun, menggandeng desainer golf ternama, Tom Fazio, untuk mewujudkan impian ini. Hasilnya adalah Halbert National, sebuah lapangan golf seluas 170 hektare yang megah berdiri di tepi Danau Granbury, sekitar 96 kilometer dari Dallas, Texas.
Lapangan ini bukan sekadar proyek biasa. Fazio, yang terkenal dengan karya-karyanya untuk tokoh-tokoh besar seperti Steve Wynn dan Michael Jordan, diberikan kebebasan penuh oleh Halbert untuk merancang lapangan 'tanpa batas biaya'.
"Kalau kamu ingin melakukannya, lakukan sekarang," ujar Halbert yang kini berusia 69 tahun, seperti dikutip dari Forbes, Kamis (30/10/2025).
"Saya ingin tempat ini lebih bagus dari Augusta," tambahnya.
Namun, di balik kemewahan proyek ini, terdapat alasan sederhana yang mendasarinya. Kathy, sang istri, awalnya hanya menginginkan lapangan kecil dengan tiga lubang agar bisa berlatih tanpa khawatir mengganggu pemain lain.
"Aku cuma ingin tempat di mana aku bisa berayun seperti orang bodoh tanpa ada yang menungguku," ujarnya sambil tertawa.
Advertisement
Detail Mewah dan Sentuhan Personal
Dibangun dalam kurun waktu dua tahun, Halbert National memiliki panjang mencapai 7.500 yard. Halbert secara langsung terlibat dalam proses perancangannya, contohnya ia meminta untuk dibuatkan bukit setinggi 30 kaki di lubang ke-11 dan menambahkan sungai kecil di lubang pertama agar tampak lebih alami.
Biaya untuk membangun lapangan golf ini dapat mencapai lebih dari USD 70 juta, termasuk pengadaan pondok pribadi dan pembelian lahan di sekitarnya. Selain itu, biaya perawatan lapangan setara dengan biaya operasional jet pribadi Gulfstream G550, yaitu sekitar USD 3 juta setiap tahunnya.
Rumput yang digunakan pun bukan sembarangan; lapangan ini memanfaatkan tiga varietas zoysia dan rumput hasil rekayasa genetika TifEagle. Sistem drainase bawah tanah yang bernilai jutaan dolar juga diterapkan untuk menjaga kualitas hijau meskipun di tengah teriknya panas Texas.
Kecintaan Halbert terhadap golf bukanlah hal yang baru. Ia telah menjadi anggota di beberapa lapangan golf yang dirancang oleh Fazio sebelumnya. Namun, kali ini ia ingin memiliki lapangan golf yang sepenuhnya miliknya, bukan untuk tujuan bisnis, melainkan untuk keluarga dan sahabat terdekat.
Selain itu, Halbert dikenal sebagai sosok visioner dalam dunia bioteknologi. Ia adalah pendiri Caris Life Sciences, sebuah perusahaan analisis medis yang berbasis pada kecerdasan buatan (AI) dan kini bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS. Caris mengembangkan tes molekuler serta alat diagnostik kanker yang membantu dokter dalam memilih pengobatan terbaik bagi pasien mereka.
Advertisement
Lebih dari Sekadar Lapangan Golf
Bagi Katty, lapangan tersebut lebih dari sekadar arena olahraga.
"Tom bilang dia hanya memindahkan tanah, tapi aku bilang dia menciptakan kedamaian," ucapnya.
"Kita bisa datang ke sini, minum margarita, dan menikmati hidup."
Selain menjadi tempat untuk bersantai, lapangan ini juga berpotensi menjadi lokasi eksklusif bagi para tokoh terkenal.
Halbert bahkan berharap dapat mengundang pemain PGA seperti Scottie Scheffler, Jordan Spieth, dan Bryson DeChambeau untuk bermain begitu lapangan ini resmi dibuka.
Halbert bukanlah satu-satunya miliarder yang memiliki lapangan golf pribadi. Beberapa nama besar seperti Michael Jordan, Ted Turner, dan Warren Stephens juga memiliki lapangan eksklusif yang dirancang oleh Fazio.
Namun, proyek yang dikerjakan Halbert memiliki keunikan tersendiri, yang berawal dari permintaan sederhana seorang istri yang ingin bermain tanpa rasa malu. Dari ide kecil tersebut, kini telah berdiri salah satu lapangan golf pribadi paling megah di Amerika Serikat.
Seperti yang diungkapkan Halbert sambil menikmati wiski buatannya sendiri, Halbert National Bourbon, "Hal paling menyenangkan yang pernah saya lakukan adalah membangun lapangan ini."