⁠Terungkap Cara UEA Menyambut Presiden AS Donald Trump, Berjejer Wanita 'Dipamerkan' Jadi Sorotan

Cara sambutan UEA ke Trump banjir kritikan publik disebut tak sopan dan memalukan.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
⁠Terungkap Cara UEA Menyambut Presiden AS Donald Trump, Berjejer Wanita 'Dipamerkan' Jadi Sorotan
Terungkap Cara UEA Menyambut Presiden AS Donald Trump, Berjejer Wanita Buka Aurat 'Dipamerkan' Jadi Sorotan (Al Jazeera)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan serangkaian tur ke berbagai negara Timur Tengah beberapa waktu lalu. Trump mengunjungi Arab Saudi, Qatar, dan menutupnya di Uni Emirat Arab (UEA).

Sejumlah agenda dilakukan Trump terutama di bidang ekonomi, investasi, pertahanan, dan diplomasi regional di timur tengah.

Kunjungan Trump ke tiga negara tersebut selalu disambut meriah dan mewah. Seperti yang dilakukan pemerintah UEA yang memiliki cara unik menyambut Trump setibanya di Abu Dhabi.

Trump disambut genderang dengan sederet wanita mengibaskan rambut panjang mereka ke depan dan ke belakang.

Tarian tersebut sempat viral di media sosial dan menjadi sorotan lantaran dianggap 'mengorbankan' wanita untuk menyambut Trump.

Terungkap Cara UEA Menyambut Presiden AS Donald Trump, Berjejer Wanita Buka Aurat 'Dipamerkan' Jadi Sorotan
Terungkap Cara UEA Menyambut Presiden AS Donald Trump, Berjejer Wanita Buka Aurat 'Dipamerkan' Jadi Sorotan hhoteldubai.com

Cara UEA Sambut Trump Banjir Kritikan Publik

Dalam unggahan akun TikTok @shaunking, tarian tersebut menggambarkan UEA tengah 'merendahkan diri' mereka demi Trump dan AS.

Apalagi AS selama ini selalu disebut sebagai dalang di balik pembantaian yang terjadi di Gaza, Palestina yang telah membunuh puluhan ribuan korban yang kebanyakan adalah wanita dan anak-anak.

"Trump dari UEA benar-benar menunjukkan sikap yang sangat memalukan. Mereka tahu betapa dia mencintai wanita, jadi mereka menggunakan wanita mereka sendiri sebagai alat peraga," tulisnya.

Lewat kolom komentar, tak sedikit yang mengkritik cara UEA menyambut Trump. Terlebih sebagai negara islam, UEA justru membiarkan para gadisnya memperlihatkan aurat hanya untuk menyambut AS.

"Mereka masih anak-anak kecil. Paling banyak remaja," tulis akun @user6500674997868

"Hal yang sangat tidak perlu dan tidak sopan 💔," tulis akun @hedii_

"Apakah mereka mengimpor wanita non-Muslim atau apakah mereka mengeluarkan fatwa yang mengizinkan hal ini? Orang-orang terus mengikuti orang Saudi sebagai otoritas agama tetapi mereka tidak lain hanyalah pe***ur bergaji tinggi," tulis akun @DavidChami

"Setengah Emirat di sini... Ini adalah tarian Khaleeji tradisional yang dilakukan oleh gadis-gadis praremaja (karena setelah itu mereka diharapkan untuk menutupi rambut mereka) dan dilakukan di berbagai acara besar. Tarian ini tidak khusus untuk Tiran Terakota," tulis akun @SarahHamarainUpdike

"Trumpet melakukan banyak hal kejam kepada orang Palestina, tetapi orang Arab tetap menyambutnya! Sungguh memalukan!," tulis akun @Riacakesncookies

"Sungguh menyayat hati melihat kondisi umat muslim seperti ini," tulis akun @Hafsah

"Tepat sekali..tidak menyangka hal budaya ini masih dipraktikkan di negara yang disebut Muslim," tulis akun @ninarose4ever.

@shaunking

The groveling for this man as he provides 100% of the bombs, missiles, tanks, helicopters, drones, and bullets being used in this genocide is despicable

♬ original sound - Shaun King

Mengenal Tarian Al-Ayyala

Tarian Al-Ayyala merupakan tarian tradisional yang berasal dari timur tengah terutama negara Oman dan Uni Emirat Arab. Sejak 2014, tarian ini telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda Kemanusiaan.

Mengutip dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO Intangible Cultural Heritage, tarian ini berisi puisi, musik dan tarian genderang yang menirukan adegan pertempuran.

Di era sekarang, Al-Ayyala dilakukan saat ada acara penting. Para musisi memainkan genderang besar dan kecil, rebana, dan simbal kuningan, di antara baris-baris tersebut. Para pria yang ada dalam baris- baris tersebut menggerakkan kepala dan tongkat mereka.

Tradisi ini berbeda di UEA, para gadis yang mengenakan pakaian tradisional berdiri di depan, mengibaskan rambut panjang mereka, mulai dari satu sisi lanjut ke sisi lain.

Gerakan mereka mengikuti lantunan puisi dan irama lagu yang didendangkan oleh para pemusik. Menurut informasi, lantunan puisi berbeda mengiikuti jenis acaranya.

Rekomendasi