Program pembinaan siswa bermasalah di barak militer belakangan ramai disorot masyarakat. Kegiatan yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut resmi dimulai pada Jumat (2/5) kemarin.
Kegiatan tersebut berlaku bagi siswa-siswi di wilayah Jawa Barat. Mereka dibina penuh di barak militer dengan fokus pendidikan karakter yang bekerja sama dengan TNI serta Polri.
Program ini diikuti oleh siswa yang sulit dibina atau terindikasi terlibat dalam pergaulan bebas hingga tindakan kriminal.
Namun berbeda dengan seorang siswi yang belum lama ini dijumpai oleh Dedi Mulyadi saat persiapan pembinaan di barak.
Alih-alih menolak dan takut, siswi tersebut justru berani mendaftar atas keinginan pribadi.
Momen pertemuannya dengan siswi tersebut sempat ia unggah di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71. Seperti apa ulasannya? Simak informasi berikut ini.
Advertisement
Sering Terlambat Akibat Susah Tidur
Dedi Mulyadi dibuat takjub oleh pernyataan seorang siswi yang mengaku ingin ikut program pembinaan di barak akibat kebiasaan buruk sering terlambat.
Namun, siswi tersebut mengaku bukan karena hal sengaja ia terlambat. Menurutnya, ia sering susah tidur hingga bangun kesiangan.
"Kamu salahnya apa?" tanya Dedi Mulyadi.
"Terlambat," jawab siswi.
"Terlambat? Suka bangun siang? Suka tidur malam?" sambung ucap Dedi Mulyadi.
"Iya," jawab sang siswi.
Dedi dibuat kaget dengan jawaban tersebut dan menanyakan alasan siswi tersebut kerap tidur larut malam.
"Susah tidur," ucap siswi.
Pernyataan siswi tersebut sempat membuat sang Gubernur Jawa Barat heran. Bahkan Dedi sempat menanyakan siswi tersebut terkait kasus tawuran hingga kenakalan remaja.
"Susah tidur? Problemnya susah tidur, tawuran belum pernah? Merokok?" tanya Dedi.
"Enggak pernah," balas siswi.
Advertisement
Berinisiatif Ingin Dibina TNI
Dedi menanyakan kepada siswi tersebut alasan mengapa ingin bergabung dengan pelatihan di barak militer.
Siapa sangka, Dedi justru mendapat jawaban yang membuatnya kagum dan heran dengan keinginan sang siswi.
"Emang pengen iku latihan disiplin tentara mau? Orang tuanya nyerahin?" tegas Dedi Mulyadi.
"Iya karena saya pak," tandas siswi tersebut.
Saat mendengar keinginan siswi itu, Dedi sempat menanyakan cita-cita sang siswi apakah ingin menjadi Kowad.
Namun sang siswi mempertegas jawabannya jika ia memang ingin mengikuti pendidikan tanpa alasan apapun kecuali keinginan pribadi.
"Oh kamu yang minta atas kesadaran sendiri? Emang pengen jadi Kowad?" balas Dedi dengan wajah heran.
"Enggak pak, emang cuma pengen," kata sang siswi.
"Mau pendidikan disiplin karena kesadaran sendiri?" ucap Dedi.
Saat akan memproses, Dedi melempar pertanyaan ke para siswa terkait kesediaan mereka untuk mengikuti program ini. Ternyata mereka mengaku siap mengikut segala bentuk pelatihan.
"Mau ikut pelatihan semuanya? Yakin mau?" tanya Dedi.
"Mau!" jawab para siswa dengan penuh semangat.
Advertisement
Didukung Penuh Netizen
Program yang diinisiasi oleh Dedi Mulyadi mendapat respons positif dari masyarakat.
Dalam kolom komentar unggahan tersebut, tak sedikit yang memberi dukungan terhadap kegiatan yang melibatkan siswa yang dianggap 'bermasalah'.
Selain itu, sikap salah seorang siswi yang berinisiatif mengikuti program itu tak luput dari pujian netizen.
"keren atas kesadaran sendiri🔥 kesempatan yang di manfaatkan👏🔥," tulis akun @riswana1612
"Apresiasi untuk tim media gubernur ga munculin wajah anak di bawah umur di konten konten ini. Semangat terus 🙌," tulis akun @yesihaerunisa
"Di Barak Militer bukan berarti Akan disiksa, tp dilatih kedisiplinan dan sifat Empatinya 👍🏻," tulis akun @sakh.inst
"Yakin Generasi Emas thn 2045, akan banyak tumbuh dari jawa Barat, Inilah yg di maksud dg Revolusi Manusia, Perubahan Mental, Akhlak, Kesadaran dan kedisiplinan. Mantap bang KDM," tulis akun @ibnu_zuher
"Di usia segini baru ngerasain Gubernur yang bener2 kerja nyata.. 👏👏👏," tulis akun @sliestin
"Lanjutkan pak dedi🔥masyarakat sangat berterimakasih dgn program ini," tulis akun @d_retn