Potret Lawas Presiden Soekarno Ibadah Haji 1955, Perjalanan ke Tanah Suci 6 Hari

Presiden pertama RI, Ir. Soekarno pernah melakukan perjalanan panjang untuk bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Potret Lawas Presiden Soekarno Ibadah Haji 1955, Perjalanan ke Tanah Suci 6 Hari
Potret Lawas Presiden Soekarno Ibadah Haji 1955, Perjalanan ke Tanah Suci 6 Hari. Instagram arsip_indonesia ©2023 Merdeka.com

Presiden pertama RI, Soekarno pernah melakukan perjalanan panjang untuk bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada tahun 1955.

Bersama rombongannya pada Juli 1955 Soekarno harus menempuh ribuan kilometer ke Arab Saudi dengan menggunakan pesawat.

Tak seperti sekarang, pada saat itu Soekarno perlu waktu selama 6 hari untuk bisa menunaikan ibadah haji hingga transit di berbagai negara.

Bagaimana kisah selengkapnya? Dikutip dari instagram arsip_indonesia, Kamis (29/6) berikut informasinya.

Lakukan Perjalanan 6 Hari

Presiden Soekarno pernah melakukan ibadah haji ke tanah suci pada 1955 silam. Sebagai seorang muslim yang taat, Soekarno rela menempuh perjalanan panjang untuk bisa mengunjungi Masjidil Haram.

Meski datang dengan rombongan menggunakan pesawat, Soekarno harus rela menghabiskan waktu di jalan hingga 6 hari.

Waktu panjang yang dilakukannya tak lain adalah karena pesawat harus transit di berbagai negara seperti Thailand, Singapura, India, Irak, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Arsip Sejarah Indonesia (@arsip_indonesia)

Baca Juga Demi Jaga Warisan Bung Karno, Megawati Minta Istana Gebang Libur Sehari Setiap Minggu

Saksikan Peristiwa Besar di Tanah Suci

Sebagai seorang pemimpin islam sekaligus tokoh berpengaruh di dunia, kehadiran Soekarno tak seperti jemaah haji pada umumnya. Kehadirannya pun disambut oleh Raja Saud bin Abdulaziz Al Saud dengan prosesi khidmat.

Presiden Soekarno juga mendapat keberkahan saat melaksanakan ibadah haji seperti penyucian Kabah dan penggantian kain yang menyelimuti Kabah yakni kiswah.

Soekarno dan rombongan juga melakukan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW tepat pada 25 Juli 1955.

Baca Juga PDIP Dorong Prabowo Terapkan Geopolitik Soekarno Hadapi Krisis Global

Beri Saran Memperbesar Masjidil Haram ke Pemerintah Arab Saudi

Soekarno mengikuti berbagai rangkaian kegiatan ibadah haji selama di Tanah Suci. Dalam sebuah kesempatan, Soekarno memberi saran kepada pemerintah Arab Saudi agar memperbesar Masjidil Haram.

Sebagai seorang insinyur, Soekarno mengatakan pentingnya memperhitungkan keamanan para jemaah.

Menurutnya, wilayah Masjidil Haram masih bisa diperbesar lagi, sehingga dapat menampung jemaah yang lebih masif.

Soekarno juga mengusulkan supaya Raja Saud melakukan penghijauan di Padang Arafah. Sehingga dirinya pun mengirimkan ribuan bibit pojon mimba hingga tumbuh subur sampai sekarang.

Baca Juga Semarak Bulan Bung Karno 2026 Bali: Pemprov Hidupkan Jiwa Proklamator Lewat Lomba Kreatif
Halaman Berikutnya 9 Tanaman Hias yang Cocok Diletakkan Dekat TV, Bantu Menyegarkan Udara di Ruangan
Rekomendasi