Kekurangan gizi atau malnutrisi menjadi salah satu masalah yang kini harus dihadapi anak-anak di Jalur Gaza, Palestina.
Seorang bayi berusia 7 bulan bernama Fayez Abu Ataya bahkan dilaporkan meninggal dunia akibat malnutrisi yang dideritanya.
Kondisi ini disebabkan karena kurangnya perawatan medis dan sulitnya distribusi bantuan akibat pengepuan tiada henti yang dilakukan Israel. Simak ulasannya:
Advertisement
Kabar soal kematian bayi berusia 7 bulan akibat malnutrisi dibagikan oleh akun Instagram @handsfoundation.idn.
Dalam postingan yang dibagikan, mengunggah potret pilu ayah dari bayi bernama Fayez itu tengah memeluk jasad anaknya.
Dengan tubuh yang sudah sangat kurus, bayi Fayez disebut mengalami malnutrisi parah sampai akhirnya meninggal dunia.
Advertisement
Advertisement
Akibat pengepungan pasukan zionis yang tiada henti di jalur Gaza," tulis keterangan unggahan.
Bayi Fayez sendiri bukan anak pertama yang meninggal dunia akibat malnutrisi di Jalur Gaza.
Melansir dari laman antaranews, pada (1/3/2024) dilaporkan sekitar 15 anak di Jalur Gaza meninggal dunia akibat kekurangan gizi.
Pada 19 Februari 2024, UNICEF bahkan telah memperingatkan bahwa peningkatan tajam kekurangan gizi di Gaza terus terjadi.
Baik di kalangan anak-anak, perempuan hamil dan ibu menyusui. Ini tentu menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan mereka.
Advertisement
Israel sendiri sebelumnya beberapa kali sempat mempersulit distribusi pasokan bantuan yang akan masuk ke Jalur Gaza.
Beberapa waktu lalu, demonstran Israel bahkan sempat menghadang bantuan kemanusiaan dari Indonesia yang akan masuk ke wilayah kantong tersebut.
(yaitu) dari masyarakat internasional bagi warga Gaza," demikian keterangan di media sosial X @Kemlu_RI, Kamis (16/5/2024).
Kemlu RI pun mendesak PBB untuk memberikan jaminan kepada Gaza, khususnya soal bantuan.
Israel sendiri sudah menyerang Gaza Palestina selama berbulan-bulan sejak 7 Oktober 2023 lalu.
Serangan itu menyebabkan lebih dari 36.000 orang terbunuh dan 81.100 orang lainnya terluka.
Advertisement
Agresi militer Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan menyebabkan warga sipilnya kehilangan tempat tinggal.