Momen anggota Brimob tembak drone liar di kawasan Keraton Yogyakarta menggunakan alat canggih.
Advertisement
Kebijakan larangan menerbangkan pesawat nirawak alias drone diterapkan karena beberapa alasan.
Jika nekat, maka drone akan langsung dilumpuhkan oleh aparat yang bertugas.
Sebuah video merekam momen ketika anggota Brimob menembak drone liar di Keraton, beredar di media sosial.
Alat canggih yang digunakan untuk melumpuhkan drone itupun sukses jadi sorotan. Simak ulasannya:
Advertisement
Melansir dari unggahan di akun Tiktok @anphans.junis, membagikan video merekam momen ketika anggota Brimob Polda DIY menembak drone liar yang terbang di area Keraton Yogyakarta.
Advertisement
Padahal, area keraton dan sekitarnya menjadi daerah terlarang untuk penerbangan drone saat dilaksanakan beberapa acara termasuk prosesi grebeg syawal.
Dalam video, seorang anggota Brimob tampak menembak drone yang terbang menggunakan alat canggih.
Alat tersebut terlihat bisa langsung melemahkan sinyal drone yang sedang terbang dengan sangat mudah.
Advertisement
Korps Brimob Polri ternyata memang memiliki alat canggih anti drone, yakni Skyhawak dan Fortuna.
Dua alat tersebut didatangkan secara khusus dari Amerika Serikat.
Alat canggih pelumpuh drone tersebut memiliki radar aktif yang dilengkapi dengan antena pemancar mini.
Fitur pemancar mini berfungsi untuk memantau drone yang terbang.
Radar akan langsung membaca data pesawat tanpa awak itu mulai dari nomor seri, jenis, hingga warna drone.
Sehingga, hal itu bisa memudahkan petugas mencocokan data apakah drone tersebut sudah masuk dalam daftar resmi atau drone liar yang terbang sembarangan.
Jika terpantau data dari drone tidak ada dalam daftar, maka anggota Brimob bisa langsung melumpuhkannya menggunakan alat tersebut.
Advertisement
Alat yang memiliki teknologi sinyal gelombang elektromagnetik tersebut kemudian bisa melakukan tindakan melumpuhkan drone dengan dua cara.
Pertama, memutus sinyal antara pengendali jarak jauh (remote control) drone dengan unitnya.
Kemudian mengarahkan agar drone kembali kepada pemiliknya.
Selain itu bisa juga menggunakan fitur global positioning system (GPS).
Pesawat tanpa awak itu akan dipandu untuk langsung mendarat (landing) di titik terdekat di darat.
Advertisement
Alat ini bisa digunakan untuk mengantisipasi masuknya drone ke daerah terlarang.
Petugas keamanan umumnya diberikan fasilitas berupa senjata anti drone saat bertugas.