Aspirasi Warga Berujung Inovasi, Kisah Gang Sempit di Gandaria Utara Pakai Smart Gate dan GPS Antimaling

Inovasi ini digagas sebagai upaya menjaga ketertiban warga sekaligus mencegah tindak kriminal, terutama pencurian kendaraan bermotor.

Rifqy Alief Abiyya
Oleh Rifqy Alief Abiyya - Reporter
Aspirasi Warga Berujung Inovasi, Kisah Gang Sempit di Gandaria Utara Pakai Smart Gate dan GPS Antimaling
Kisah Gang Sempit di Gandaria Utara Pakai Smart Gate dan GPS Antimaling (Liputan6.com)

Sebuah gang sempit di kawasan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, kini memiliki sistem gerbang yang berbeda dari kebanyakan lingkungan permukiman. Alih-alih menggunakan gerbang konvensional, warga RT 11/RW 07 memanfaatkan teknologi berupa smart gate dan sistem pelacakan GPS untuk meningkatkan keamanan lingkungan.

Inovasi ini digagas sebagai upaya menjaga ketertiban warga sekaligus mencegah tindak kriminal, terutama pencurian kendaraan bermotor.

Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Imam Basori, mengatakan program tersebut lahir dari aspirasi warga yang menginginkan peningkatan sistem keamanan di lingkungan mereka. Namun, menurut Imam, ia tidak ingin hanya membuat gerbang biasa. Ia ingin menghadirkan sesuatu yang lebih inovatif dan sesuai perkembangan zaman.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Rabu (15/4/2026), beberapa gang yang telah menggunakan sistem ini antara lain Gang H. Jeni 2 serta Gang O bagian depan dan belakang.

"Awalnya ya kalau masyarakat kan mungkin dianggapnya simpel ya. Bilang 'Pak bikin gerbang'. Nah saya ngomongnya, 'Pak kalau hanya gerbang doang, ya kurang ini ya, kita harus ada sesuatu yang berbeda'," kata Imam kepada Liputan6.com, Rabu (15/4/2026).

Gunakan Kartu Akses untuk Warga

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Smart gate yang dipasang tidak bisa digunakan sembarang orang. Sistem ini hanya dapat diakses menggunakan kartu khusus yang diberikan kepada warga. Setiap satu kartu keluarga (KK) mendapatkan satu kartu akses untuk membuka gerbang.

Menurut Imam, langkah ini menjadi strategi untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, terutama pada malam hari.

"Contohnya jangan sampai maling itu kalau gembok itu kan masih ada cairan, bisa dibobol dan sebagainya. Nah, ini kita harus pakai strategi yang kira-kira eranya sekarang sudah eranya digital, gimana kalau seumpama pakai akses kartu," ungkap dia.

Ia menambahkan, penggunaan akses digital dinilai lebih aman dibanding gerbang dengan kunci atau gembok biasa yang masih berpotensi dibobol.

Gerbang Ditutup saat Tengah Malam dan Tetap Berfungsi saat Listrik Padam

Kisah Gang Sempit di Gandaria Utara Pakai Smart Gate dan GPS Antimaling
Kisah Gang Sempit di Gandaria Utara Pakai Smart Gate dan GPS Antimaling Liputan6.com

Imam menjelaskan, gerbang tidak ditutup selama 24 jam penuh. Pintu akan ditutup secara rutin mulai pukul 00.00 WIB hingga waktu subuh untuk membatasi akses keluar-masuk orang asing saat jam rawan.

Sementara pada siang hari hingga menjelang tengah malam, gerbang tetap dibuka agar aktivitas warga berjalan normal. Dengan sistem tersebut, hanya warga yang memiliki kartu akses yang bisa keluar masuk saat malam hari.

Menariknya, smart gate ini juga didukung sumber energi dari PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) atau panel surya. Dengan sistem ini, gerbang tetap dapat berfungsi meski terjadi pemadaman listrik.

"Sudah ada PLTS saya pasang untuk meng-cover kalau lampu mati. Lampu mati jadi kan akses kartu kan harus ada cover-nya nih sama lampu dan sebagainya biar minimal kalau ada mati lampu nah itu masih bisa buka," jelas Imam.

Meski demikian, ia mengakui belum seluruh gerbang menggunakan panel surya karena masih dalam tahap uji coba awal.

"Next time paling nunggu operasional turun saya eksekusi untuk PLTS-nya. Kadang kan saya cicil beli akinya dulu, beli ininya dulu gitu kan minimal bisa buat ini ya buat meng-cover itu Mas, gitu sih," tambahnya.

Bagikan GPS Gratis untuk Motor Warga

Tak berhenti pada smart gate, Imam bersama warga juga menjalankan program lanjutan berupa pembagian GPS gratis untuk kendaraan warga. Program ini dibiayai melalui dana operasional lingkungan dan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

"Masuk ke program lanjutannya yang kita sampaikan di awal, rencana kita buat apa pemberian GPS ke motor warga," tandasnya.

Setiap kartu keluarga kembali mendapatkan satu unit GPS yang bisa dipasang pada sepeda motor masing-masing. Dengan perangkat tersebut, posisi kendaraan dapat langsung terdeteksi melalui aplikasi apabila sewaktu-waktu terjadi pencurian.

"Jadi ada pengaman lapis lagi ya. Nah, ini namanya ikhtiar kita buat mencegah ya, lebih baik berbuat kan daripada tidak sama sekali kan," kata Imam.

Diharapkan Jadi Contoh Lingkungan Lain

Kisah Gang Sempit di Gandaria Utara Pakai Smart Gate dan GPS Antimaling
Kisah Gang Sempit di Gandaria Utara Pakai Smart Gate dan GPS Antimaling Liputan6.com

Imam berharap inovasi yang dibangun bersama warga ini tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan mereka sendiri, tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi kawasan lain untuk meningkatkan keamanan secara mandiri.

"Tambahan positifnya ya menjadi nyontoh ya lingkungan lain, peduli juga tuh, gitu kan. Ya kalau nggak diberitakan hal yang baik kan diviralkan ke luar nggak ketemu ya," tandasnya.

Rekomendasi