5 Fakta Telur Ayam Terkontaminasi Limbah Plastik yang Ditemukan Di Jawa Timur
Merdeka.com - Rabu (14/11) lalu, Yayasan Nexus3 Foundation mengunggah hasil temuan mereka yang mengejutkan. Dalam unggahan tersebut, Nexus3 menuliskan, "Plastic Waste Poisons Indonesia's Food Chain".
Penelitian yang merupakan hasil dari para peneliti dari jaringan global IPEN, Arnika Association, Nexus3 dan Ecoton ini menggunakan sampel telur ayam. Hasil analisanya menunjukkan, telur yang dikumpulkan dari warga mengandung bahan kimia berbahaya.
Kandungan bahan kimia tersebut bisa mengganggu kesehatan tubuh bila terus dikonsumsi. Temuan ini dijabarkan melalui laporan Nexus3 di situs resmi mereka, Nexus3foundation.org.
Lebih lengkapnya, berikut fakta dan penjelasan singkat mengenai penemuan telur ayam terkontaminasi limbah plastik di Jawa Timur tersebut.
1. Ditemukan di Dua Desa di Jawa Timur
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPenelitian kolaborasi beberapa lembaga penelitian dan yayasan ini dilaksanakan di Desa Bangun dan Tropodo Jawa Timur. Lokasi tersebut dipilih karena banyak ditemukan limbah plastik tertimbun.
Dilansir dari Nexus3, dua daerah ini sudah dibanjiri sampah-sampah impor. Sampah ini kemudian menumpuk dan menyebabkan berbagai masalah. Salah satunya meracuni rantai makanan di sekitarnya.
Para peneliti melakukan analisa dari telur ayam yang dikumpulkan langsung dari masyarakat sekitar tumpukan limbah plastik. Hasilnya benar-benar mengejutkan.
2. Kandungan Bahan Kimia Berbahaya di Dalam Telur
Bahan kimia beracun tentu sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Dari hasil analisa tim peneliti, ditemukan kandungan beberapa bahan kimia berbahaya di dalam telur ayam dari dua desa di Jawa Timur tersebut.Di antaranya, ada bahan kimia berbahaya dioksin, zat penghambat nyala dan PFOS. Yang mana tiga bahan kimia berbahaya ini bersifat 'beracun selamanya'. Bahkan, kadar dioksin dalam telur ayam ini menduduki peringkat kedua tertinggi di Asia.Kandungan berbahaya ini banyak ditemukan pada telur ayam kampung biasa. Selain tiga bahan kimia berbahaya tersebut, telur ayam kampung di dua desa ini juga mengandung bifenil poliklorinasi (PCB) dan parafin terklorinasi rantai pendek (SCCP).
3. Akibat Tumpukan Limbah Plastik
Bahan kimia berbahaya ini berasal dari tumpukan limbah plastik yang ada di sekitar desa Bangun dan Tropodo. Dua desa ini menjadi tempat pembuangan limbah plastik impor China.Puncaknya di tahun 2017 dan 2018 lalu, setelah China menutup pintu untuk limbah plastik dunia. Volume impor limbah plastik Indonesia meningkat dua kali lipat. Masyarakat dua desa ini telah melakukan pengurangan limbah plastik dengan menjadikannya bahan bakar pabrik tahu.Walau begitu volume limbah plastik tetap bertambah. Ditambah dengan kurangnya informasi pada masyarakat tentang bahaya menumpuk limbah plastik di jalan maupun di sekitar rumah.
4. Mengganggu Rantai Makanan
Temuan penelitian telur ayam terkontaminasi ini tentu membuat masyarakat menjadi resah. Terlebih telur menjadi bahan makanan yang murah dan mudah untuk semua kalangan masyarakat.

2019 Merdeka.com/Nexus3Foundation
Mau tidak mau, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan, terutama telur ayam. Terkontaminasinya telur ayam akibat konsumsi ayam yang tercampur dengan limbah plastik, sangat mempengaruhi rantai makanan.Tidak hanya ayam dan manusia saja yang dirugikan dengan keberadaan limbah plastik ini. Kualitas tanah dan tumbuhan di sekitar tumpukan limbah juga akan terpengaruh, cepat atau lambat.
5. Dampak Buruk Konsumsi Telur Ayam Terkontaminasi
Terkontaminasinya sumber makanan dapat menyebabkan risiko manusia ikut terkontaminasi juga semakin besar. Dampak buruknya akan terlihat, cepat atau lambat, dengan tanda kesehatan yang semakin menurun.Dilansir dari laporan Nexus3, manusia yang mengonsumsi telur ayam terkontaminasi plastik bisa berisiko terkena berbagai penyakit serius. Di antaranya, kardiovaskular, kanker, diabetes, hingga endometriosis. Bahan kimia berbahaya, zat penghambat nyala, SCCPs dan PBDEs juga dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi manusia, dan menurunkan kekebalan tubuh.Kondisi ini tentu harus segera ditangani agar kontaminasi bahan kimia berbahaya tidak menyebar dan merugikan masyarakat. Sumber: Nexus3 Foundation
(mdk/snw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya