Presiden Prabowo Subianto menyoroti belum berhasilnya Indonesia menembus ajang Piala Dunia meski memiliki jumlah penduduk yang besar. Dia membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah negara kecil, termasuk Cape Verde, yang mampu lolos ke turnamen sepak bola dunia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Pertemuan dengan 150 Peneliti BRIN di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/7/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut ada sejumlah fakta yang tidak mudah diterima, salah satunya terkait prestasi sepak bola Indonesia.
"Contoh yang kecil saja, kita negara jumlah penduduk keempat terbesar di dunia, 300 ya hampir 300 juta ya, 287 juta rakyat kita. Tapi saya sangat sedih terus terang saja, ya kan, masalah sepak bola saja kita tidak mampu masuk Piala Dunia," ungkap Prabowo.
Prabowo kemudian mengungkap perbandingan antara jumlah penduduk Indonesia dengan Cape Verde. Menurutnya, negara kecil dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa itu justru berhasil memastikan tempat di Piala Dunia.
"Ini fakta yang tidak enak, ya. Masa negara kecil seperti Cape Verde, ya kan, Cape Verde masuk, saya enggak tahu itu, mungkin jumlah penduduknya dengan Kabupaten Sumedang mungkin lebih banyak Sumedang mungkin. Ya, Cape Verde, apalagi banyak negara-negara kecil yang masuk ke situ," beber dia.
Menurut Prabowo, fakta tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi dan introspeksi, bukan alasan untuk mengeluh. Dia mengatakan perbandingan soal sepak bola hanya menjadi salah satu contoh dari banyak hal yang perlu diperbaiki.
"Ini harus kita introspeksi, kita harus lihat, and tidak gunanya kita mengeluh menurut saya. Ini saya ambil contoh sepak bola, tapi nanti saya bisa ambil contoh banyak sekali, ya kan," tuturnya.
Advertisement
Singgung Erick Thohir
Masih dalam paparan yang sama, Kepala Negara sempat menyinggung nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Dia juga menyinggung mengenai hampir masuknya Indonesia ke piala dunia setelah masuk ronde empat kualifikasi.
"Tapi ini contoh sepak bola aja, kalau sepak bola enggak ada yang tersinggung di antara kalian kan? Bener enggak? Iya kan. Mungkin yang tersinggung Menpora mungkin, tapi beliau juga baru Menpora-nya atau enggak, beliau kan sudah PSSI juga lumayan sudah," ujarnya.
"Tapi beliau sudah berjuang luar biasa, dan kita hampir masuk kemarin ya, hampir masuk. Mungkin strateginya harus lebih pinter kita," sambung dia.
Advertisement
Jangan Cari Kambing Hitam
Prabowo menerangkan lagi, bahasannya tersebut bukan untuk menyalahkan kondisi yang dihadapi. Dia juga meminta capaian sebelumnya bukan untuk dikeluhkan.
"Maksud saya begini, lihat fakta itu. Negara sebesar kita, ya, tidak bisa ikut Piala Dunia. Satu yang saya bilang, jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, jangan- karena itu tidak akan membantu," ucap dia.
Prabowo mengajak setiap pihak untuk belajar pada keberhasilan negara lain, seperti Cape Verde. "Nah sekarang belajar, bagaimana? Kenapa kok bisa negara itu masuk umpamanya, ya kan? Kenapa? Apa yang dilakukan? Pelatihnya dari mana? Guru-gurunya dari mana?" urainya.