19 Tanaman Hias yang Ternyata Bisa Dikonsumsi, Mudah Dirawat dan Kaya Manfaat

Tanaman hias yang ternyata bisa dikonsumsi, tak cuma mempercantik ruangan, tapi juga bisa diolah jadi hidangan lezat.

Selma Intania Hafidha
Oleh Selma Intania Hafidha - Reporter
19 Tanaman Hias yang Ternyata Bisa Dikonsumsi, Mudah Dirawat dan Kaya Manfaat
Tanaman Hias yang Ternyata Bisa Dikonsumsi - Bunga Rosella. (Photo by PyperA Flow on Unsplash)

Tanaman hias yang ternyata bisa dikonsumsi menjadi pilihan menarik bagi Anda yang ingin menghadirkan taman sekaligus sumber bahan pangan di rumah. Selain mempercantik halaman, beberapa jenis tanaman juga dapat diolah menjadi teh, lalapan, hingga pelengkap berbagai hidangan.

Tak hanya memiliki nilai estetika, tanaman hias yang ternyata bisa dikonsumsi juga menawarkan manfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Bunga, daun, maupun bijinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan masakan atau minuman dengan cita rasa yang khas.

Menanam tanaman hias yang ternyata bisa dikonsumsi merupakan cara sederhana untuk menciptakan hunian yang lebih hijau, produktif, dan bermanfaat. Dengan perawatan yang tepat, tanaman ini dapat tumbuh subur sekaligus menyediakan bahan segar yang siap dipanen kapan saja.

Berikut Merdeka.com merangkum dari berbagai sumber tentang tanaman hias yang ternyata bisa dikonsumsi, Kamis (6/8/2026).

1. Bunga Telang (Clitoria ternatea)

Ilustrasi bunga telang ungu
Ilustrasi bunga telang ungu. (Image by pvproductions on Freepik)

Bunga telang merupakan tanaman hias dengan kelopak berwarna biru cerah yang juga dapat dikonsumsi. Bunganya sering diseduh menjadi teh herbal kaya antioksidan atau dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk nasi biru, kue, hingga aneka hidangan penutup. Selain bunganya, daun muda dan polong yang masih lunak juga dapat diolah menjadi sayuran. Tanaman ini mudah ditanam di pekarangan karena tumbuh merambat dan mampu berbunga hampir sepanjang tahun.

2. Mawar (Rosa)

Tidak semua jenis mawar aman dikonsumsi, tetapi beberapa varietas seperti mawar Damascus, Gallica, dan Rugosa telah lama dimanfaatkan dalam dunia kuliner. Kelopak bunganya dapat dicampurkan ke dalam teh, sirup, selai, gula, mentega, hingga salad untuk memberikan aroma harum dan cita rasa yang lembut. Pastikan mawar yang digunakan bebas pestisida agar aman dikonsumsi.

3. Rosella (Hibiscus sabdariffa)

Rosella memiliki kelopak berwarna merah cerah dengan rasa asam yang menyegarkan. Tanaman ini kerap diolah menjadi teh, jus, sirup, hingga selai. Selain kaya vitamin C, rosella juga mengandung antioksidan yang baik untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Warna merahnya yang menarik membuat rosella juga sering dijadikan bahan minuman alami tanpa pewarna buatan.

4. Lavender (Lavandula spp.)

Selain menjadi tanaman hias yang mempercantik taman, lavender juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan minuman. Bunganya sering dicampurkan ke dalam teh, sirup, kue kering, maupun minuman dingin. Daun dan bunganya juga bisa menjadi pelengkap salad, sup, atau saus dengan aroma yang khas. Penggunaannya sebaiknya secukupnya agar rasa dan aromanya tidak terlalu kuat.

5. Chamomile (Matricaria chamomilla)

Chamomile
Ilustrasi Chamomile Credit: pexels.com/Sebastian

Chamomile dikenal sebagai bahan utama teh herbal yang memiliki aroma lembut menyerupai apel. Bunganya dapat dikonsumsi segar maupun dikeringkan, serta ditambahkan ke dalam adonan roti, muffin, dan kukis. Tanaman ini juga mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang banyak dimanfaatkan dalam minuman herbal untuk membantu memberikan efek relaksasi.

6. Dandelion (Taraxacum officinale)

Meski sering dianggap sebagai gulma, dandelion ternyata merupakan tanaman yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan. Bunganya dapat disantap segar, dimasak, atau diolah menjadi jeli dan minuman. Sementara itu, daunnya kaya vitamin, mineral, dan antioksidan sehingga kerap dijadikan campuran salad maupun tumisan. Akar dandelion bahkan sering diolah menjadi minuman herbal sebagai pengganti kopi.

7. Bunga Matahari (Helianthus annuus)

Bunga matahari tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki bagian yang dapat dikonsumsi. Kelopak bunganya cocok dijadikan hiasan sekaligus pelengkap salad atau roti, sedangkan bijinya dikenal sebagai camilan sehat yang kaya vitamin E, lemak sehat, dan protein. Tanaman ini juga mudah dibudidayakan di daerah beriklim tropis dengan paparan sinar matahari yang cukup.

8. Bunga Labu (Cucurbita spp.)

Bunga labu, terutama bunga zucchini, memiliki bentuk menyerupai lonceng dengan warna kuning cerah. Bunga ini banyak digunakan dalam berbagai masakan, mulai dari tumisan, urap, pecel, hingga digoreng dengan balutan tepung karena teksturnya yang lembut. Rasanya yang ringan membuat bunga labu mudah dipadukan dengan berbagai bumbu khas Nusantara.

9. Melati (Jasminum sambac)

Melati
Melati. (Gambar: Geraldine Dukes/Unsplash)

Melati terkenal berkat aromanya yang harum dan menenangkan. Bunganya sering digunakan sebagai campuran teh melati, tetapi juga dapat dijadikan lalapan atau infused water. Melati mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang bermanfaat bagi tubuh. Keharumannya membuat tanaman ini banyak ditanam sebagai penghias halaman sekaligus tanaman multifungsi.

10. Nasturtium (Tropaeolum majus)

Nasturtium menjadi salah satu tanaman hias yang hampir seluruh bagiannya dapat dimakan. Bunga, daun, batang, hingga polong biji mudanya memiliki cita rasa pedas segar menyerupai lobak. Tanaman ini cocok dijadikan campuran salad, tumisan, pesto, atau acar. Warna bunganya yang cerah juga membuat tampilan hidangan menjadi lebih menarik.

11. Kecombrang (Etlingera elatior)

Kecombrang memiliki bunga berwarna merah muda hingga merah menyala yang sangat mencolok. Di Indonesia, bunga ini banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan seperti sambal, rendang, sayur asam, hingga dijadikan lalapan karena menghadirkan aroma dan rasa yang khas. Selain memperkaya cita rasa masakan, kecombrang juga sering digunakan sebagai tanaman penghias taman tropis.

12. Kenikir (Cosmos caudatus)

Kenikir sering ditanam sebagai tanaman hias karena bunganya cantik, padahal daun dan pucuk mudanya juga dapat dikonsumsi. Tanaman ini umum disajikan sebagai lalapan, urap, atau sayur rebus dengan cita rasa yang khas dan kaya nutrisi. Kenikir termasuk tanaman yang mudah tumbuh sehingga cocok dibudidayakan di pekarangan rumah.

13. Bunga Pepaya (Carica papaya)

Bunga Pepaya
Ilustrasi bunga pepaya | Pixabay

Bunga pepaya sering diolah menjadi tumisan maupun urap. Walaupun memiliki rasa agak pahit, bunga ini mengandung vitamin A, vitamin C, kalsium, magnesium, dan zat besi yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Agar rasa pahitnya berkurang, bunga pepaya biasanya direbus terlebih dahulu sebelum dimasak.

14. Bunga Turi (Sesbania grandiflora)

Bunga turi memiliki tekstur renyah dengan rasa yang lembut. Di berbagai daerah di Indonesia, bunga ini sering dimasak menjadi sayur bening, tumisan, maupun pelengkap pecel dan urap sehingga menjadi sumber serat yang baik. Pohon turi juga memiliki bunga berwarna putih atau merah yang mampu mempercantik halaman rumah.

15. Krokot Belanda (Talinum fruticosum)

Krokot Belanda memiliki daun hijau mengilap yang juga dapat dimakan. Daunnya dapat diolah menjadi tumisan, sayur bening, atau dicampurkan ke dalam mi dan berbagai hidangan lainnya. Tanaman ini dikenal mengandung berbagai vitamin dan mineral, serta mudah tumbuh meski hanya ditanam di pot kecil.

16. Sedap Malam (Polianthes tuberosa)

Sedap malam tidak hanya menghasilkan bunga yang harum, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan masakan. Bunganya lazim diolah menjadi sup, terutama dalam hidangan khas Tiongkok yang dikenal dengan tuberose soup, sehingga memberikan aroma yang unik. Tanaman ini juga menjadi favorit sebagai penghias taman maupun bunga potong.

17. Mint (Mentha spp.)

Ilustrasi daun mint
Ilustrasi daun mint. (Photo by Eleonor Chen on Unsplash)

Mint merupakan tanaman hias aromatik yang mudah ditanam di pekarangan maupun dalam pot. Daunnya sering dimanfaatkan sebagai campuran teh, infused water, minuman dingin, salad, hingga hiasan hidangan penutup karena memberikan sensasi segar dan aroma khas. Pertumbuhannya yang cepat membuat mint menjadi salah satu tanaman konsumsi yang praktis untuk dibudidayakan di rumah.

18. Seroja atau Lotus (Nelumbo nucifera)

Tanaman seroja memiliki banyak bagian yang dapat dikonsumsi. Bunganya, terutama saat masih kuncup, dapat dimakan, sedangkan biji dan rimpangnya juga kerap diolah menjadi camilan maupun berbagai hidangan sehat. Hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan sehingga menjadi salah satu tanaman yang bernilai hias sekaligus bernilai pangan.

19. Daun Kupu-Kupu (Bauhinia purpurea)

Selain memiliki bunga yang cantik, pucuk daun tanaman kupu-kupu juga dapat diolah menjadi tumisan atau kuluban. Bunganya bahkan dapat dijadikan campuran salad sehingga tanaman ini memiliki nilai hias sekaligus manfaat sebagai bahan pangan. Pohonnya yang rindang juga sering ditanam sebagai peneduh di halaman rumah.

Tips Merawat Tanaman Hias yang Bisa Dikonsumsi

Ilustrasi bunga mawar
Ilustrasi bunga mawar. (Gambar oleh RitaE dari Pixabay)

1. Gunakan Media Tanam yang Subur dan Memiliki Drainase Baik

Tanaman hias yang juga dapat dikonsumsi membutuhkan media tanam yang gembur, kaya bahan organik, serta memiliki drainase yang baik agar akar tidak mudah membusuk. Anda dapat menggunakan campuran tanah, kompos, dan sekam bakar atau cocopeat untuk menjaga kelembapan sekaligus memastikan air tidak menggenang.

2. Hindari Penggunaan Pestisida Kimia Berlebihan

Karena bunga, daun, atau bagian tanaman akan dikonsumsi, sebaiknya gunakan pestisida nabati atau metode pengendalian hama alami. Anda bisa memanfaatkan larutan bawang putih, minyak neem, atau menyemprotkan air secara rutin untuk mengurangi serangan kutu dan ulat tanpa meninggalkan residu berbahaya.

3. Berikan Sinar Matahari Sesuai Kebutuhan Tanaman

Sebagian besar tanaman hias yang dapat dimakan, seperti bunga telang, rosella, mint, dan kenikir, memerlukan paparan sinar matahari sekitar 4–6 jam setiap hari. Cahaya yang cukup akan membantu proses fotosintesis sehingga tanaman tumbuh subur, menghasilkan bunga lebih banyak, dan memiliki aroma maupun rasa yang optimal.

4. Siram Secukupnya dan Jangan Berlebihan

Penyiraman sebaiknya dilakukan secara rutin sesuai kondisi cuaca dan kelembapan media tanam. Hindari menyiram terlalu banyak karena dapat menyebabkan akar membusuk, sementara tanaman yang kekurangan air akan lebih mudah layu dan pertumbuhannya terhambat. Waktu terbaik untuk menyiram adalah pada pagi atau sore hari.

5. Rutin Beri Pupuk Organik

Tambahkan pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang yang sudah matang, atau pupuk cair organik setiap beberapa minggu sekali. Nutrisi yang cukup akan membantu tanaman menghasilkan daun, bunga, atau pucuk yang lebih sehat sehingga aman dan berkualitas saat dipanen untuk dikonsumsi.

6. Panen dengan Cara yang Tepat dan Teratur

Lakukan panen menggunakan gunting yang bersih agar tidak melukai tanaman secara berlebihan. Memanen bunga, daun, atau pucuk secara berkala juga dapat merangsang pertumbuhan tunas baru sehingga tanaman tetap rimbun, produktif, dan terus menghasilkan bagian yang dapat dikonsumsi.

Pertanyaan Seputar Tanaman Hias yang Ternyata Bisa Dikonsumsi

Apakah semua tanaman hias bisa dikonsumsi?

Tidak. Hanya jenis tertentu yang aman dimakan, seperti bunga telang, rosella, mint, dan chamomile.

Apakah bunga tanaman hias bisa dimakan langsung?

Bisa, asalkan sudah dicuci bersih dan bebas dari pestisida.

Bagian tanaman apa yang dapat dikonsumsi?

Tergantung jenisnya, bisa berupa bunga, daun, biji, pucuk, hingga akar.

Apakah tanaman hias yang bisa dimakan menyehatkan?

Ya. Banyak yang mengandung vitamin, antioksidan, dan berbagai nutrisi bermanfaat.

Bagaimana cara merawatnya agar aman dikonsumsi?

Hindari pestisida kimia, gunakan pupuk organik, dan cuci hasil panen sebelum dikonsumsi.

Rekomendasi