5 Pupuk Cabai agar Bunga Tidak Mudah Rontok, Bikin Hasil Panen Makin Maksimal

Gugurnya bunga cabai bisa dicegah dengan pemupukan yang sesuai. Kenali pupuk cabai agar bunga tidak mudah rontok dan tips perawatan tambahannya.

Bimo Bagas Basworo
Oleh Bimo Bagas Basworo - Reporter
5 Pupuk Cabai agar Bunga Tidak Mudah Rontok, Bikin Hasil Panen Makin Maksimal
Pupuk Cabai agar Bunga Tidak Mudah Rontok, Bikin Hasil Panen Makin Maksimal. (AI Generated)

Bunga cabai yang gugur sebelum menjadi buah membuat petani dan pehobi tanaman kehilangan hasil panen. Kejadian ini kerap muncul saat tanaman mulai berbunga, padahal perawatan sudah dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah pemberian hara yang tidak sesuai kebutuhan. Karena itu, pemilihan pupuk cabai agar bunga tidak mudah rontok perlu dipahami sejak awal.

Cabai umumnya mulai berbunga pada usia 30 sampai 45 hari setelah tanam. Pada masa ini, kebutuhan hara tanaman berubah. Pupuk yang dipakai saat pertumbuhan daun tidak selalu cocok untuk masa berbunga. Nitrogen yang berlebih, misalnya, membuat tanaman sibuk membentuk daun dan tunas, bukan menjaga bunga tetap menempel di tangkainya.

Lalu, pupuk apa yang membantu tanaman menahan bunga sampai menjadi buah? Berikut adalah beberapa pilihan pupuk cabai agar bunga tidak mudah rontok dan hasil panen bisa maksimal, dirangkum oleh Merdeka.com dari berbagai sumber, Senin (21/9/2026). 

1. NPK Rendah Nitrogen

NPK Rendah Nitrogen
NPK Rendah Nitrogen. (AI Generated)

NPK adalah pupuk majemuk yang berisi nitrogen, fosfor, dan kalium. Bunga cabai yang rontok kemungkinan disebabkan kekurangan unsur hara. Pada masa awal tanam, petani dapat memakai NPK 16-16-16 setiap 10 sampai 15 hari sekali untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pemberian pada tahap ini menyiapkan akar, batang, dan daun sebelum tanaman berbunga.

Saat bunga pertama muncul, pilih NPK dengan nitrogen rendah, misalnya rasio 5-10-10, atau NPK tinggi kalium seperti 12-11-20. Nitrogen berlebih membuat tanaman fokus membentuk daun dan tunas. Akibatnya, energi untuk mempertahankan bunga berkurang dan bunga lebih mudah gugur sebelum sempat menjadi buah. Cek kandungan pupuk pada label kemasan sebelum membeli.

Berikan pupuk setiap satu sampai tiga minggu sekali dengan takaran sesuai petunjuk kemasan. Jangan menambah dosis tanpa alasan, sebab kelebihan pupuk meninggalkan garam mineral yang merusak akar. Larutkan pupuk dalam air, lalu kocorkan di sekeliling tanaman agar penyebarannya merata di area perakaran. Pemberian yang berkala menjaga pasokan hara bagi tanaman sepanjang masa berbunga.

2. MKP (Mono Kalium Fosfat)

MKP (Mono Kalium Fosfat)
MKP (Mono Kalium Fosfat). (AI Generated)

MKP adalah pupuk yang mengandung fosfor dan kalium. Pupuk ini dipakai ketika tanaman memasuki fase generatif, yaitu masa berbunga dan berbuah. Pupuk MKP memacu pembentukan bunga dan buah serta mencegah bunga dan buah rontok pada tanaman sayuran buah seperti cabai. Petani biasa memakainya setelah pupuk NPK pada masa pertumbuhan daun.

Fosfor mendorong pembungaan, sedangkan kalium memperkuat tangkai bunga dan melancarkan pengangkutan karbohidrat dari daun ke bunga. Dengan pasokan tersebut, bunga memiliki bekal untuk bertahan sampai menjadi buah. Untuk itu, MKP dipakai sebagai pengganti pupuk bernitrogen tinggi ketika tanaman sudah berbunga. Pemberian MKP juga dapat dipadukan dengan pupuk kalsium dan boron.

Salah satu takaran yang dipakai adalah satu sendok makan MKP dan satu sendok makan KNO3 putih dalam 10 liter air. Larutan ini dikocorkan sebanyak 250 mililiter untuk setiap tanaman. Bila kadar produk berbeda, ikuti petunjuk pada kemasan agar takarannya sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pengocoran dilakukan setelah bunga pertama muncul di tanaman.

3. Kalium Nitrat (KNO3)

Kalium Nitrat (KNO3)
Kalium Nitrat (KNO3). (AI Generated)

Kalium nitrat atau KNO3 adalah pupuk yang mengandung kalium dan nitrogen. Kalium berperan memperkuat tangkai bunga. Pupuk ini dikenal juga sebagai KNO3 putih dan dipakai dengan cara dilarutkan dalam air, lalu dikocorkan atau disiramkan ke media tanam di sekitar pangkal batang tanaman. Pupuk ini kerap dipakai bersama MKP pada masa berbunga dan berbuah.

Untuk tanaman dalam pot, takarannya sekitar satu sampai dua gram per pot setiap dua minggu sekali saat tanaman berbunga dan berbuah. Larutkan terlebih dahulu dalam air sebelum disiramkan. Cara ini membantu akar menyerap kalium secara merata di seluruh media tanam, tanpa ada bagian yang terlewat. Ukur takaran dengan sendok timbang atau timbangan kecil agar akurat.

Pemberian kalium sebanyak 6 gram per tanaman berpengaruh besar pada jumlah bunga yang menjadi buah. Namun, cabai peka terhadap klorida dalam pupuk KCl bila diberikan dalam jumlah besar. Takaran pupuk kalium perlu dijaga sesuai anjuran pada kemasan atau petunjuk penyuluh. Perhatikan pula label kemasan untuk mengetahui jenis kalium yang terkandung.

4. Pupuk Kalsium

Pupuk Kalsium
Pupuk Kalsium. (

Kalsium berfungsi memperkuat tangkai bunga agar tidak mudah patah atau rontok. Unsur ini juga membentuk dinding sel dan menunda penuaan daun serta buah. Pupuk kalsium biasanya mengandung magnesium, boron, molibdenum, dan besi. Pemberiannya dimulai saat tanaman mulai membentuk buah, dengan cara disemprot atau dikocor. Dengan tangkai yang terjaga, bunga memiliki peluang lebih besar menjadi buah.

Pupuk kalsium dapat disemprotkan ke tanaman atau diberikan sebagai pupuk dasar. Untuk pengocoran, takaran yang dianjurkan adalah 2 kilogram untuk 1.000 tanaman, dilarutkan dalam 200 liter air, lalu dikocorkan 200 mililiter per tanaman. Pelarutan lebih dulu memudahkan akar menyerap kalsium dari dalam tanah. Pilih salah satu cara sesuai kondisi lahan dan ketersediaan alat.

Kekurangan kalsium membuat dinding sel tidak elastis, sehingga buah retak dan rentan terhadap penyakit. Untuk sumber kalsium alami, cangkang telur yang dihaluskan dapat ditambahkan ke media tanam. Cara ini bisa dilakukan di rumah dengan memanfaatkan bahan sisa dapur, lalu dicampurkan bersama pupuk kandang atau kompos. Cangkang telur sebaiknya dicuci dulu sebelum dihaluskan.

5. Pupuk Boron

Pupuk Boron
Pupuk Boron. (AI Generated)

Boron adalah unsur mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil. Unsur ini membantu proses penyerbukan, tahap penting sebelum bunga berubah menjadi buah. Bunga yang gagal diserbuki cenderung gugur. Untuk mencegah hal itu, boron perlu tersedia sejak tanaman mulai berbunga agar proses pembentukan buah dapat berjalan. Pemberian yang tepat menjaga peluang bunga menjadi buah.

Boron dan kalsium bekerja bersama. Boron membantu mengangkut kalsium dan gula ke seluruh jaringan tanaman. Kekurangan keduanya kerap membuat bunga gugur meski tanaman tampak sehat. Pupuk boron biasanya diberikan berdampingan dengan pupuk kalsium pada masa berbunga hingga tanaman mulai membentuk buah. Perhatikan kandungan pada label kemasan sebelum membeli produk pupuk.

Boron dapat diberikan lewat pupuk daun cair yang mengandung unsur mikro, seperti magnesium, seng, dan boron. Semprotkan larutan pada pagi hari dengan jarak semprot sekitar 50 sentimeter dari daun agar pupuk merata di seluruh permukaan daun. Ikuti dosis pada kemasan produk agar pemberiannya sesuai kebutuhan tanaman. Penyemprotan dapat dilakukan bersamaan dengan perawatan lain pada masa berbunga tanaman.

Sampah Dapur sebagai Alternatif Pupuk Organik untuk Cabai

Sampah Dapur
Sampah Dapur sebagai Alternatif Pupuk Organik untuk Cabai. (AI Generated)

Sisa dapur yang biasa dibuang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman cabai. Bahan ini mengandung hara yang dibutuhkan tanaman, tetapi kandungannya tidak selalu sama. Gunakan bahan ini sebagai tambahan pupuk utama, bukan pengganti. Berikut enam sisa dapur yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman cabai.

1. Cangkang Telur: Cangkang telur mengandung kalsium yang memperkuat dinding sel dan mencegah busuk ujung buah. Cuci cangkang, keringkan, lalu haluskan menjadi bubuk. Taburkan atau campurkan ke media tanam agar kalsium terurai bertahap.

2. Kulit Pisang: Kulit pisang menjadi sumber kalium alami yang mendukung pembentukan bunga dan buah. Potong kecil, lalu kubur di sekitar perakaran agar terurai bertahap. Olah lebih dulu lewat kompos atau fermentasi bila ingin pemakaian yang lebih aman.

3. Ampas Kopi: Ampas kopi mengandung nitrogen, kalium, magnesium, dan fosfor. Taburkan tipis pada media yang kering atau campurkan ke kompos, jangan ditumpuk tebal di pot. Karena mengandung nitrogen, kurangi pemakaiannya saat tanaman sudah berbunga.

4. Air Cucian Beras: Air cucian beras mengandung vitamin dan mineral mikro seperti fosfor dan zat besi. Siramkan ke media tanam setiap satu sampai dua minggu sekali. Pakai air cucian yang tidak bercampur sabun, minyak, atau garam.

5. Kompos dari Sisa Sayur dan Kulit Buah: Kulit buah, daun sayuran, dan potongan bahan makanan organik dapat diolah menjadi kompos yang meningkatkan kesuburan tanah. Campurkan cangkang telur ke dalam kompos, lalu berikan ke media tanam secara rutin.

6. Pupuk Cair dari Sisa Dapur: Isi ember setengah penuh dengan sisa dapur, tambahkan air hingga terendam, lalu aduk sekali sehari selama sekitar seminggu. Saring cairannya, encerkan dengan perbandingan 1:5, dan siramkan ke media tanam, bukan langsung ke daun.

Tips Tambahan agar Bunga Cabai Tidak Mudah Rontok

Beri Pupuk Kaya Kalium, Hentikan Saat Bunga Sedang Mekar
Tips Tambahan agar Bunga Cabai Tidak Mudah Rontok. (AI Generated)

Pupuk hanya satu bagian dari perawatan tanaman. Bunga cabai juga gugur akibat kekurangan air, serangan hama, dan perubahan lingkungan. Berikut tujuh tips tambahan yang bisa diterapkan bersamaan dengan pemupukan agar bunga bertahan sampai menjadi buah dan tanaman dapat dipanen.

1. Kurangi Pupuk Nitrogen Saat Berbunga: Nitrogen mendorong pertumbuhan daun dan tunas. Ketika tanaman mulai berbunga, kurangi atau hentikan pupuk bernitrogen tinggi, lalu ganti dengan pupuk yang mengandung fosfor, kalium, dan kalsium agar bunga tetap menempel di tangkai.

2. Siram Tanaman Secara Teratur: Kekurangan air termasuk penyebab bunga cabai rontok. Siram tanaman secara rutin agar tanah tetap lembap. Pada tanaman dalam pot, penyiraman bisa dilakukan dua kali sehari, terutama pada hari ketika tidak turun hujan.

3. Beri Sinar Matahari Langsung 6 sampai 8 Jam: Cabai membutuhkan sinar matahari langsung setiap hari. Kekurangan cahaya membuat bunga lemah dan mudah rontok. Letakkan pot atau bedengan di tempat yang terkena matahari sejak pagi hingga siang hari. Cahaya juga mendukung proses fotosintesis tanaman.

4. Kendalikan Hama Trips: Serangan hama trips termasuk penyebab bunga cabai rontok. Periksa tanaman secara berkala, terutama pada bagian bunga dan pucuk daun. Bersihkan sisa tanaman lama dan sterilkan media tanam sebelum menanam kembali di lahan yang sama.

5. Batasi Penyemprotan Insektisida Saat Berbunga: Penyemprotan insektisida yang terlalu sering dapat memicu bunga gugur. Semprot sesuai tingkat serangan hama dan kurangi frekuensinya ketika tanaman sudah berbunga, dengan dosis yang tertera pada kemasan produk. Gunakan insektisida nabati seperti ekstrak bawang putih bila perlu.

6. Jangan Memberi Pupuk Berlebihan: Kelebihan pupuk dapat membuat bunga rontok, daun layu, bahkan tanaman mati. Beri pupuk secara berkala dengan takaran yang wajar. Lebih baik memberi sedikit kurang daripada melebihi dosis yang dianjurkan pada kemasan.

7. Tambahkan Pupuk Kandang Matang atau Kompos: Bahan organik menyediakan hara mikro seperti kalsium, magnesium, dan boron. Campurkan pupuk kandang yang sudah matang atau kompos ke media tanam agar tanah gembur dan hara tersedia secara berkelanjutan bagi akar.

Pertanyaan Seputar Pupuk Cabai agar Bunga Tidak Mudah Rontok

1. Pupuk apa yang cocok agar bunga cabai tidak rontok?

Pupuk yang cocok adalah pupuk rendah nitrogen dengan kandungan fosfor dan kalium lebih tinggi, seperti NPK 5-10-10, MKP, atau KNO3. Tambahkan pupuk kalsium dan boron untuk memperkuat tangkai bunga dan membantu penyerbukan pada masa berbunga.

2. Mengapa bunga cabai sering rontok?

Penyebabnya beragam, antara lain nitrogen berlebih, serangan hama trips, kekurangan air, dan penggunaan zat pengatur tumbuh yang berlebih. Kekurangan unsur hara seperti kalium, kalsium, dan boron juga dapat membuat bunga cabai gugur sebelum menjadi buah.

3. Kapan pupuk MKP diberikan pada tanaman cabai?

Pupuk MKP diberikan saat tanaman memasuki fase generatif, yaitu ketika bunga pertama muncul. Cabai umumnya mulai berbunga pada usia 30 sampai 45 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi lingkungan tempat tanaman tumbuh.

4. Apakah pupuk nitrogen membuat bunga cabai rontok?

Ya, bila diberikan berlebih pada fase berbunga. Nitrogen mendorong pertumbuhan daun dan tunas sehingga energi tanaman tidak tersalur ke bunga. Kurangi pupuk bernitrogen tinggi begitu kuncup bunga pertama muncul, lalu ganti dengan pupuk fosfor dan kalium.

5. Bagaimana memupuk cabai di polybag agar bunga tidak rontok?

Gunakan pot dengan diameter minimal 30 sentimeter. Beri NPK setiap 10 sampai 15 hari sekali, lalu ganti dengan pupuk tinggi fosfor dan kalium saat tanaman berbunga. Siram tanaman secara rutin dan hindari dosis pupuk berlebih.

Rekomendasi