Advertisement
Keduanya memiliki sayap di tubuhnya. Namun, mengapa ayam, tidak seperti burung, tidak bisa terbang dengan baik? Berikut ulasannya.
Menurut laporan LiveScience dan USA Today, Kamis (7/12), sebenarnya ayam bisa saja terbang. Tapi tidak dalam jarak yang jauh. Rekor dunia untuk penerbangan ayam terlama adalah selama 13 detik, dengan jarak lebih dari 300 kaki atau sekitar 91 meter.
Namun, dulu ayam juga pernah dapat terbang dengan baik meski tidak selihai burung. Ayam hutan (Gallus gallus) merupakan burung liar asli India utara, Tiongkok selatan, dan Asia Tenggara.
Ayam hutan adalah nenek moyang langsung atau kerabat sangat dekat dari ayam modern (Gallus gallus domesticus) yang pertama kali didomestikasi antara 6.000 hingga 8.000 tahun lalu.
Advertisement
Ayam hutan dapat terbang dalam jarak yang pendek, karena daya tahannya yang rendah meskipun ototnya kuat. Mereka menggunakan ototnya untuk lepas landas dalam ledakan cepat yang hampir vertikal dan terbang dalam jarak pendek.
Menurut asisten profesor dari University of Southern California Amerika Serikat, Michael Habib, domestikasi inilah penyebab utama ayam jadi tidak bisa terbang.
Ayam umumnya dipelihara manusia untuk diambil daging dan telurnya.
Oleh karena itu, penting bagi ayam modern untuk memiliki daging dada dan otot terbang yang lebih besar dibanding nenek moyangnya.
Sayangnya, otot terbang yang besar ini ternyata menghalangi kemampuan terbang dari ayam.
Untuk dapat terbang, burung memerlukan apa yang disebut sebagai “pembebanan sayap” yang sesuai, yaitu rasio massa tubuh terhadap luas sayap.
Setidaknya, burung harus memiliki 1 inci persegi sayap per 0,6 ons massa tubuh (1 sentimeter persegi per 2,5 gram) untuk terbang.
Advertisement
Advertisement
Ayam modern muda yang belum seberat ayam dewasa terkadang bisa terbang dengan cukup baik, meski dalam jarak yang sangat pendek. Dengan begitu, pagar pembatas saja sudah cukup untuk mencegahnya kabur ke alam liar.