Para ilmuwan menemukan artefak berusia 500.000 tahun yang dapat mengubah pemahaman tentang kehidupan manusia purba.
Para ilmuwan menemukan artefak berusia 500.000 tahun yang dapat mengubah pemahaman tentang kehidupan manusia purba.
Penelitian yang diterbitkan di Nature Journal mengungkap penemuan alat kayu di Air Terjun Kalambo, Zambia.
Keunikan susunan geologis di wilayah tersebut yang mengalami banjir dan menambah lapisan sedimen dari waktu ke waktu, telah membantu melestarikan benda-benda kayu ini.
Temuan ini menunjukkan bahwa spesies manusia purba lebih canggih daripada yang diduga sebelumnya.
Alat kayu yang ditemukan ini memiliki modifikasi khusus dengan takik dan ujung meruncing, menandakan penggunaannya yang sangat spesifik.
Advertisement
Bukti ini menunjukkan bahwa spesies hominin purba telah menggunakan alat kayu jauh sebelum Homo sapiens muncul di bumi.
Penelitian ini memanfaatkan teknik penanggalan yang disebut Inframerah Stimulated Luminescence (IRSL).
Teknik ini memungkinkan para ilmuwan menganalisis mineral dalam benda yang terpengaruh oleh radiasi latar belakang.
Dengan mengukur jumlah energi yang terperangkap di dalam bahan dan yang hilang setelah terkena sinar matahari, para peneliti dapat menentukan usia benda tersebut.
Mengutip Indy100, Jumat (17/5), hasil analisis menunjukkan bahwa alat tersebut berusia sekitar 476.000 tahun, berasal dari era Pleistosen Tengah.
Temuan ini mengindikasikan bahwa hominin pada masa itu memiliki tingkat kecanggihan yang lebih tinggi daripada yang kita perkirakan karena mereka sudah menggunakan alat jauh sebelum Homo sapiens muncul.
Para ahli menduga alat ini mungkin dibuat oleh Homo heidelbergensis atau bahkan nenek moyang manusia yang lebih tua.
Advertisement
Penemuan ini juga dapat mengubah pemahaman tentang definisi "zaman batu", karena tingkat kecanggihan alat ini melampaui apa yang biasanya dikaitkan dengan era tersebut.
Arkeolog utama dalam penelitian ini, Larry Barham, menyatakan, “Orang-orang ini melakukan sesuatu yang baru dan besar dengan kayu.
Mereka menggunakan kecerdasan, imajinasi, dan keterampilan mereka untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.”