Penjelasan Sains di Balik Orang Bisa Melihat Hantu

Sains punya jawaban untuk menjelaskan peristiwa ini.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Penjelasan Sains di Balik Orang Bisa Melihat Hantu
Penjelasan Sains di Balik Orang Bisa Melihat Hantu (Unsplash)

Mengutip The Daily Best, Minggu, (8/10), beberapa ilmuwan berpendapat bahwa orang-orang yang bisa melihat hantu memiliki tipe otak tertentu dan berbeda dari orang pada umumnya. 

Dok. Istimewa
Unsplash

Namun, penjelasan ini bukanlah satu-satunya hasil yang valid. Di sisi lain, terdapat studi psikologis yang dilakukan oleh parapsikologi.

Sekumpulan ilmuwan dibidang parapsikologi telah menghabiskan waktu selama puluhan tahun untuk mempelajari potensi dan kemampuan seseorang untuk bisa melihat hantu, roh, dan entitas lainnya. 

Para ilmuwan dibidang ini percaya bahwa dengan penelitian akademis, eksperimental, teoritis, dan analisitis akan menunjukan bahwa pengetahuan sains tentang sifat alam semesta masih belum lengkap.

Oleh karena itu, pada saat penelitian, parapsikologi awalnya sempat kesulian untuk menggunakan teori. Sebab, beberapa teori yang ada selalu mengacu kepada dasar ilmu fisika. 

Dok. Istimewa
Unsplash

“Kita memerlukan parapsikologi karena jika ada telepati, peramal, psikokinesis, prekognisi, hantu, atau hal-hal tersebut, maka ilmu pengetahuan harus digulingkan secara radikal,” Jelas Susan Blackmore, Profesor Psikologi, University of Plymouth.

Walaupun sempat kesulitan dalam menentukan teori yang akan digunakan, bukan berarti dalam menemukan jawaban mengenai permasalahan tidak ada penjelasan secara medis yang mampu melengkapinya. 

Michael Van Elk, Profesor Psikologi Kognitif, University of Leiden, Belanda, mengatakan peristiwa paranormal cenderung kuat akan intuisi serta emosi dalam diri seseorang, sehingga kurang diselaraskan dengan refleksi analitis.

Dok. Istimewa
Unsplash

Tidak hanya sampai di situ, Charlotte Dean, peneliti departemen psikologi, Hertfordshire University, Inggris, baru-baru ini menerbitkan penelitian tentang hubungan antara kepercayaan pada fenomena paranormal dan fungsi kognitif. 

Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan adanya perbedaan gaya berpikir antara orang yang memercayai supranatural yaitu kuatnya firasat dalam diri mereka.

Sedangkan orang-orang yang skeptis terhadap hantu cenderung berpikir analitis. Hasil ini kemudian disetujui oleh peneliti dibidang parapsikolog. 

“Ada beberapa bukti bahwa orang yang memiliki lebih banyak pengalaman paranormal, lebih banyak melakukan komunikasi antar belahan otak, dan lebih berpotensi untuk melakukan crosstalk,” Kata Simmonds Moore. 

Rekomendasi