Unsur dari Bahan Kuno Ini Ternyata Bisa Simpan Energi untuk Menyalakan Lampu

Ilmuwan pun tak menyadari apa yang dilakukannya ini berhasil.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Unsur dari Bahan Kuno Ini Ternyata Bisa Simpan Energi untuk Menyalakan Lampu
Unsur dari Bahan Kuno Ini Ternyata Bisa Simpan Energi untuk Menyalakan Lampu (Merdeka.com)

Sebuah tim dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah menemukan cara baru penyimpanan energi. Menariknya mereka menggunakan unsur material ‘kuno’ yang kerap dilihat tetapi tak pernah diduga. Dilaporkan ZMEScience, Sabtu (5/9), tim berhasil menghubungkan tiga superkapasitor untuk menyalakan dioda pemancar cahaya (LED) 3 volt. Dengan bukti konsep ini, mereka sekarang memiliki rencana untuk membangun versi yang lebih besar.

Lalu, bahan kuno apa yang mereka gunakan?

Lalu, bahan kuno apa yang mereka gunakan?
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mereka melakukan uji coba ini dengan menggunakan material beton. Ya, beton yang lazimnya digunakan untuk fondasi rumah dan struktur dasar jalan raya. Mereka telah membuktikan bahwa unsur material kuno ini bisa menciptakan kapasitor super yang dapat merevolusi cara menyimpan energi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurut Professor Franz-Josef Ulm, salah satu pemimpin dalam riset ini mengatakan, semen, bahan konstruksi kuno, dan karbon hitam, serupa dengan arang halus, yang dapat membentuk dasar sistem penyimpanan energi yang inovatif.

Bagaimana Caranya?

Bahan berbasis semen yang mereka buat memiliki jaringan bahan konduktif yang padat dan saling berhubungan, menghasilkan luas permukaan internal yang tinggi. Dengan memasukkan karbon hitam ke dalam campuran semen-air dan membiarkannya mengering, air bereaksi dengan semen untuk membentuk jaringan bukaan yang bercabang. Karbon hitam menyusup ke ruang-ruang ini, menciptakan struktur seperti kawat di dalam semen yang mengeras, yang pada dasarnya mengubah material menjadi superkapasitor.

"Bahannya menarik karena Anda memiliki bahan buatan manusia yang paling banyak digunakan di dunia, semen, yang dikombinasikan dengan karbon hitam, yang merupakan bahan sejarah terkenal,"

Admir Masic, ahli kimia di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan MIT yang juga ikut melakukan penelitian.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Solusi penyimpanan baru semacam ini dapat berdampak signifikan terhadap cara menggunakan energi terbarukan. Saat-saat ini seringkali tidak sejalan dengan puncak penggunaan listrik, sehingga diperlukan pengembangan sistem penyimpanan energi yang efisien.

Para peneliti berharap inovasi ini akan mengantarkan era baru beton dalam transisi energi, mengubahnya dari bahan konstruksi tradisional menjadi komponen multifungsi masa depan energi kita.

Para peneliti berharap inovasi ini akan mengantarkan era baru beton dalam transisi energi, mengubahnya dari bahan konstruksi tradisional menjadi komponen multifungsi masa depan energi kita.
Dok. Istimewa
Rekomendasi